Kepala BNNP Banten, Kombes Pol Hendri Marpaung disaksikan pihak Kemenkumham, Ombusdman, Kejari dan jajaran lain saat pemusnahan sabu sekitar 2 kilogram di Kantor BNNP, Selasa (6/10/2020). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten memusnahkan narkotika jenis sabu seberat kurang lebih 2 kilogram. Barang terlarang itu diamankan BNNP Banten setelah mengungkap kasus dugaan penyelundupan sabu jaringan internasional di Bandara Soekarno Hatta.

Diketahui, sabu diamankan dari empat tersangka inisial MN (34), MI (24), SB (30) dan HR (31). Barang terlarang itu dimusnahkan dengan cara memasukannya kedalam mesin blender dicampur dengan air. Sebelum dihancurkan, petugas mengetes sabu dengan mencampurkannya dengan cairan pereaksi.

Kepala Badan Narkotika Provinsi Banten, Kombes Pol Hendri Marpaung mengatakan,  kasus penyelundupan sabu terungkap saat BNNP Banten melakukan pemeriksaan terhadap tersangka yang tiba di Bandara Soekarno Hatta dari Bandara Kualanamo, Sumatera Utara.

Baca juga  Pasien Corona Meningkat, Pemkab Serang Distribusian Ribuan APD ke 29 Kecamatan dan 31 Puskesmas

Keempatnya ditangkap di hari berbeda. Untuk pelaku MN dan MI ditangkap pada Selasa, 1 September 2020. Sementara SB dan HR diamankan pada Minggu, 6 September 2020.

Tersangka dalam menyelundupkan sabu, lanjut Marpaung, melakukannya dengan menyembunyikan di dalam sepatu yang digunakan. Masing-masing tersangka menyimpan sabu ke dalam sepatu mereka kurang lebih seberat 250 gram setiap sepatu.

“Keterkaitan (empat tersangka) ini dengan sindikat yang sama. Kita ungkap dengan berat hampir sama, polanya sama. Jadi juga memasukan kedalam sepatu, diinjak, dengan netto-nya 250 gram. Jadi total 2 ribu gram lebih, atau 2 kilogram lebih,” ujarnya usai pemusnahan.

Dari pengakuan tersangka, sabu yang diamankan petugas berasal dari Aceh. Sebelum dari Aceh sabu didapat tersangka dari jaringan luar negeri. Rencananya barang haram tersebut akan diedarkan para tersangka ke wilayah Solo dan Sulawesi Selatan.

Baca juga  Pasien Corona Meningkat, Pemkab Serang Distribusian Ribuan APD ke 29 Kecamatan dan 31 Puskesmas

“Iya (Jaringan Internasional). Karena barang ini diproduksi bukan di Indonesia. Barangnya dari luar,” tuturnya.

“Kita akan tetap melakukan pengembangan terkait asal barang dan pemilik barang ini,” ucapnya.

Kepada tersangka dijerat dengan pasal 114, pasal 112 dan pasal 132 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Para tersangka diancam maksimal hukuman mati.

“(Dugaan) memiliki, menguasai dan membawa barang narkotika di UU 35 Tahun 2009. Ancaman hukumannya minimal 4 tahun, maksimal seumur hidup bahkan hukuman mati,” paparnya. (Ronald/Red)