20.1 C
New York
Minggu, Mei 31, 2026
BerandaPemerintahanCarut Marut Pasar Kranggot, Anggota DPRD Cilegon Sentil UPTD Pasar dan Disperindag

Carut Marut Pasar Kranggot, Anggota DPRD Cilegon Sentil UPTD Pasar dan Disperindag

-

CILEGON, SSC – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon buka suara terkait kondisi Pasar Kranggot yang kumuh dan jorok setelah sebelumnya mencuat video blusukan Walikota Cilegon, Helldy Agustian, beberapa waktu lalu.

Anggota DPRD Cilegon Dimas Saputra mengatakan, pihak UPTD Pasar Kranggot dan Disperindag dengan kondisi tersebut semestinya tegas melarang pedagang emprakan berjualan di jalan pintu masuk pasar. Pedagang kata dia, tidak boleh berjualan di area tersebut namun seharusnya di dalam hanggar yang telah disediakan pemerintah.

“Semestinya mereka (UPTD Pasar dan Disperindag) harus lebih tegas dengan kondisi yang terjadi di pasar. Jangan dibiarkan pedagang berjualan di bantaran sungai. Mereka harusnya mengarahkan pedagang-pedagang itu di hanggar bukan di sini (bantaran sungai),” kata Dimas kepada Selatsunda.com ditemui di Kantor Walikota Cilegon,” Kamis (18/3/20201).

Memang, kata Dimas, saat ini ada upaya selanjutnya yang dilakukan pemerintah menyikapi kondisi pasar kumuh dan macet. Para pedagang mulai direlokasi ke hanggar.

Ia mengingatkan agar upaya yang dilakukan itu tidak sekedarnya saja. Pedagang setelah direlokasi harus intens dikontrol agar tidak kembali berjualan di pinggir jalan.

“Jangan dibiarkan begitu aja. Perlu dipantau secara detail. Jangan sampai ada lagi pungli (pungutan liar) atau bahkan ada yang jual hanggar tanpa seizin pemerintah. Itu yang perlu ditekankan,” lanjut Dimas.

Perlu dipahami, kata dia, langkah pemerintah menertibkan pedagang bertujuan membuat pasar terbebas dari kesemrawutan. Jika pasar telah tertib dan tertata rapi maka kondisi nyaman bukan hanya dinikmati masyarakat tetapi juga para pedagang.

“Sebenarnya tujuan pemerintah merelokasi pedagang bukan untuk mengurangi pendapatan dan keuntungan mereka bahkan mengurangi pembeli. Tapi, tujuan pemerintah justru mengubah kesemrawutan di pasar. Jangan khawatir akan kehilangan pembeli bahkan mengurangi pendapatan,” imbuhnya.

Perlu diketahui, saat ini Pemkot Cilegon tengah merelokasi ratusan pedagang yang biasa berjualan di pinggir bantaran sungai di Pasar Kranggot. Relokasi para pedagang ini akan di tempatkan di hanggar yang sudah disediakan di dalam pasar. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2