Salah satu tenaga kesehatan (Nakes) Kota Cilegon Stela Stella Marselie yang menerima Suntik vaksin Sinovak. Ia disuntik di Puskesmas Cibeber, Kota Cilegon,” Senin (25/1/2021). Foto : Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Stella Marselie (30) salah satu dari ribuan tenaga kesehatan (nakes) di Kota Cilegon yang sudah menjalani vaksinasi di Puskesmas Cibeber, Kota Cilegon. Sesudah di vaksin, Stella menceritakan pengalamannya sebelum dan sesudah penyuntikan vaksin Sinovac COVID-19 ke dalam tubuhnya itu.

“Saya divaksinasi tadi jam 11.27 WIB,” kata Stella kepada Selatsunda.com ditemui di Puskesmas Cibeber,” Senin (25/1/2021).

Sebelum divaksin, Ia mengaku sempat khawatir dan deg-degan karena baru pertama di vaksin covid-19. Tapi saat ini, ia lebih berfikir positif selagi sudah mendapat vaksin dibarengi dengan protokol kesehatan tidak akan terpapar COVID-19.

“Awalnya sih takut bercampur deg-degan aja. Namanya juga baru awal di Vaksin Sinovak. Tapi kalau kita sesuai prokes mah enggak. Sekarang-sekarang lebih yakin baik-baik aja,” ujarnya.

Wanita yang sudah 5 bulan bekerja sebagai dokter di Puskesmas Cibeber ini, mengaku, sebelum di suntik Vaksin Sinovak, ia sempat di tanya oleh pihak tim medis di bagian pendaftaran apakah dirinya memiliki riwayat penyakit jantung, memiliki penyakit kencing manis dan pernah terpapar covid-19.

“Yah sebelum disuntik, ditanya-tanya dulu sama bagian pendaftaran. Saya jawab aja enggak pernah dan enggak pernah terkonfirmasi covid-19. Pokoknya, saya sehat gak ada gejala sakit apa-apa,” ujarnya.

Meski dirinya sudah di suntik vaksin, hingga saat ini dirinya belum merasakan reaksi yang aneh usai di suntik vaksin.

“Enggak merasakan reaksi yang tidak wajar. Saat disuntik dan sampai sekarang juga normal-normal saja. Sebelumnya saya pikir akan terasa nyeri namun ternyata tidak terasa apa-apa,” katanya.

Ia merasa bersyukur, dirinya bersama dengan tenaga kesehatan dan petugas lainnya telah mendapatkan vaksinasi COVID-19.

“Saya, dan juga tenaga kesehatan dan petugas fasyankes lainnya, tidak pernah merasa istimewa atau bangga menjadi kelompok prioritas pertama yang mendapatkan vaksinasi COVID-19. Sebab, tenaga kesehatan dan petugas rumah sakit termasuk kelompok paling berisiko tertular COVID-19 karena keseharian tugasnya yang melayani pasien, di antaranya yang terpapar atau terjangkit COVID-19,” pungkasnya.

Sementara itu, Erick Brandon mengaku, usai disuntik vaksin Covid-19, dirinya sempat merasa pusing dan mual.

“Sempat sih selesai di suntik ngerasain pusing dan mual. Mungkin karena belum selesai diuji cobanya dari pusat. Yah, semoga aja enggak terjadi apa-apa,” imbuhnya. (Ully/Red).