CILEGON, SSC – Sejumlah pedagang kecil yang berjualan di Pasar Kranggot, Cilegon mengaku lebih memilih meminjam modal usahanya ke bank keliling alias rentenir dibandingkan dengan pinjam ke bank milik Kota Cilegon. Kondisi ini dikarenakan, aturan dan syarat yang diajukan pada bank terlalu ribet.
Salah satu pedagang di Pasar Kranggot, Juleha mengatakan, meminjam uang di bank seperti halnya bank milik Pemkot Cilegon yakni BPRS-CM sungguh sulit didapatkan. Selain prosedur pengajuan yang ribet, besaran pinjaman yang diinginkan juga tidak sesuai dengan jumlah yang diajukan.
“Lebih enak di bank keliling lah kalau pinjam uang mah. Kalau di BPRS-CM (BUMD) aturannya lebih ribet. Kalau di bank pasti enggak full di kasih pinjamannya. Contohnya, kalau pinjam Rp 1 juta pasti dikasihnya hanya Rp 900 ribu. Nah, kalau di bank keliling pinjam Rp 1 juta di kasihnya sesuai pinjaman tapi kembalinya musti Rp 1,2 juta,” kata Juleha kepada awak media ditemui di Pasar Kranggot,” Senin (8/3/2021).
Menanggapi hal ini, Walikota Cilegon Helldy Agustian telah mendengar keluhan para pedagang dengan kondisi tersebut. Dia mengaku, pedagang memang memilih pinjam uang di bank keliling karena cepat meski bunga tinggi.
Secepatnya, kata orang nomor satu di Kota Cilegon ini akan mengkaji masalah tersebut terutama kaitan menghidupkan kor bisnis BPRS-CM membantu permodalan pedagang. Kecil.
“Iyah saya dengar masih banyak pedagang yang lebih memilih meminjam uang ke bank keliling. Kenapa mereka lebih suka ke bank keliling? Karena uang cepat keluar hari itu juga. Sedangkan, kalau di BPRS-CM pengurusan syaratnya terlalu panjang bahkan bisa hampir 2 minggu. Dengan kondisi ini, cepatnya akan kami panggil pihak BPRS-CM dengan kondisi ini,” ujarnya. (Ully/Red)

