Ketua DPW PMPB, Sugina menyerahkan bendera PMPB kepada Ketua DPC PMPB Kota Serang terpilih, Lendi Herlambang saat pengukuhan Ketua dan Pengurus DPC PMPB di salah satu rumah makan di Kota Serang, Sabtu (4/7/2020). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Sekjen Presidium Kenadziran Kesultanan Banten Lama, Tubagus Mudakir Hasan Fuad menyampaikan pesan berharga kepada para pendekar yang ada di dalam Kepengurusan baru DPC Persilatan Macan Paku Banten (PMPB), Kota Serang periode 2020-2023. Ia meminta agar ketua dan para pengurus dapat mengembalikan marwah para pendekar.

Disampaikannya, PMPB dalam sejarahnya terlahir di zaman Kesultanan Maulana Hasanudin. Kala itu, para pendekar hakekatnya memiliki visi dan misi menjaga ulama dan kiayi. Pendekar juga menghargai, mengormati dan memuliakan masyarakat dimana dalam menjalankan marwahnya selaras dengan norma agama Islam.

Marwah para pendekar diera kemerdekaan Republik Indonesia juga masih tetap sama. Pendekar memiliki peran dan tanggung jawab membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). PMPB dalam perjuangannya menjaga kemerdekaan, Pancasila dan UUD 1945.

Mudakir juga Kasepuhan Persilatan Macan Paku Banten menerangkan, pendekar di era ini juga diharapkan tetap tidak berubah. Para pendekar harus berinovasi, merubah minset, leadership dan oriented. PMPB harus merubah pola pikir dengan mengubah pendekar menjadi pemimpin yang berkarakter kuat berbasis ahklak mulia. Dengan dasar itu, perilaku pendekar tidak melenceng dan menjadi disegani.

“Jadi Persilatan Macan Paku Manten bukan sekedar pendekar tetapi harus menjadi garda depan, berkonstribusi kepada negsra menjaga keutuhan negara berdasarkan Pancsila dan UUD 45. Pancasila ini way of life, pedoman hidup kita. Sehingga dengan landasan itu, perilaki dan aktivitas kita tidak melenceng,” ungkapnya usai mengukuhkan Ketua dan Pengurus baru di salah satu rumah makan di Kota Serang, Sabtu (4/7/2020).

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

Sebagai Kasepuhan, ia menitipkan agar pendekar dalam PMPB dalam marwahnya dapat menjalankan sebaik-baiknya. Stigma tentang pendekar ditakuti masyarakat harus dihilangkan. Pendekar harus memiliki jiwa membela masyarakat dengan tinggi sehingga disegani.

“Pendekar ini dalam menjalankan tugasnya penuh amanah dan tanggung jaeab dengan perilaku yang baik sehingga keluarga besar Paku Banten bukan hanya disegani tetapi juga insya Allah dimuliakan. Disegani ini bukan ditakuti. Stigma itu jangan sampai terjadi. Tetapi pendekar harus dekat dengan masyarakat mempunyai jiwa membela yang tinggi,” paparnya.

Sementara, Dewan Pembina PMPB, Dedi Sunardi menyatakan, pendekar di Persilatan Macan Paku Banten berdiri di era Kesultanan Hasanudin dididik menjadi pendekar tangguh. Persilatannya berpusat di Banten Lama. Kata dia, pendekar di era kemerdekaan tetap sama dengan membela ulama dan kiayi berjuang merebut kemerdekaan RI.

Ia berharap, pendekar di era ini dapat melestarikan dan mempertahankan budaya yang ditinggalkan para pendahulu serta berkarya sesuai marwahnya. Segala sesuatu yang masih kurang dalam pengembangan pencak silat di Banten dapat dibenahi dan dikembangkan.

“Pesan kami kepada ketua dan pengurus agar betul-betul mereka amanah untuk menjalankan tugas. Kalau memang masih ada kekurangan agar diisi kekutangan itu. Yang sudah berjalan diteruskan,” paparnya.

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

Prosesi pengukuhan ketua dan pengurus dilangsungkan dengan pembacaan ikrar oleh Ketua DPW PMPB Banten, Sugiana. Dalam pengukuhan juga diserahkan bendera kebesaran PMPB dari Sugina kepada Ketua DPC PMPB Kota Serang terpilih, Lendi Herlambang.

Sugiana menyampaikan, agar PMPB bisa kembali membangkitkan marwah pendekar.
Budaya persilatan harus tetap dijaga dan dileatarikan agar dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.

“PMPB ini lahir dari budaya masyarakat. Oleh karena itu perlu untuk dilestarikan. Kita harus menjaganya untuk diteruskan pada generasi muda berikutnya,” paparnya.

Sementara itu, Ketua DPC PMPB Kota Serang Lendy Herlambang mengaku akan menjalankan pesan yang disampaikan para Kasepuhan. Ia akan bersilaturahmi dengan para tokoh peguron yang ada di Banten untuk mendapatkan berbagai masukan menjadikan PMPB sebagai persilatan yang lebih baik.

“Dengan bersilaturahmi dengan para tokoh peguron yang ada di Banten, kita akan meminta arahan dan masukan. Kemudian barulah kita mengenalkan budaya pencak silat kepada anak muda sebagai penerus bangsa,” ujar Lendy.

Lendy menyampaikan, banyak program yang akan dilakukan oleh pengurus DPC PMPB Kota Serang dalam menjaga dan melestarikan budaya pencak silat yang ada di Banten.

“Yang jelas banyak hal yang akan kita lakukan kedepan dalam menjaga dan melestarikan budaya pencak silat yang ada di Banten. Terutama dalam memberikan pemahaman terhadap generasi penerus tentang budaya Persilatan Macan Paku Banten,” pungkasnya.
(Ronald/Red)