CILEGON, SSC – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon mengaku kewalahan untuk menanggulangi persolan sampah yang berada di Pasar Kranggot. Sebab, setiap hari sampah yang diangkut dari Pasar Kranggot sebanyak 20 ton atau sebanyak 60 meter per kubik.
Kepala Bidang Persampahan dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) pada DLH Kota Cilegon, Mochammad Teddy Soeganda mengatakan, persoalan sampah di Pasar Kranggot bukan saja terkait volume yang tinggi namun ketersediaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS), minim.
“Memang benar sampah yang ada di Pasar Kranggot tidak hanya bersumber dari pedagang. Melainkan dari sampah rumah tangga. Sementara di sini (Pasar Kranggot) saja yang ada TPS (Tempat Pembuangan Sampah). Jadi memang kami sangat kesulitan sekali untuk persoalan sampah di Pasar Kranggot,” katanya dikonfirmasi, Rabu (31/3/2021).
Teddy tak menampik masyarakat di sekitar menolak keras jika di lokasi pasar dibangun TPAS. Mau tidak mau TPS yang ada tetap digunakan dengan kondisi volume sampah yang tinggi.
“Memang menjadi dilema bagi kami saat ini. Masyarakat justru menolak adanya pembuangan akhir di sini. Mau gimana lagi kalau kondisinya seperti ini. Kalau dibiarkan begini saja pasti akan berantakan dan pastinya bakal menjadi TPS liar,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, lanjut dua, pihaknya berencana akan mencarikan solusi agar persoalan sampah di Pasar Kranggot bisa terpecahkan.
“Minimal ada penambahan lahan dulu untuk persoalan sampah ini. Dan rencananya, kami pun akan menambah 1 hektar lahan di TPS Bagendung untuk dapat menampung sampah se-Kota Cilegon. Minimal, lahan 1 hektar di Bagendung bisa tertampung semua sampah se-Kota Cilegon,” pungkasnya. (Ully/Red)

