CILEGON, SSC – Direktur Utama PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM), Muhammad Willy mengakui bahwa pihaknya memerlukan sosok direktur keuangan untuk mengatur keuangan perusahaan. Seperti yang sebelumnya oleh Walikota Cilegon, Robinsar, sebelumnya.
Menurut Willy, performa bisnis pemanduan dan penundaan kapal tugboat yang dijalankan PCM dari waktu ke waktu terus membaik. Saat ini PCM dinilai Walikota sudah disejajarkan dengan perusahaan pemanduan lainnya.
Willy mengutarakan, saat ini bisnis pandu tunda tugboat PCM sudah menjangkau seluruh Banten. Di mana perbandingan pendapatan perusahaan dengan kompetitor atau market share-nya sudah mencapai 70 persen. Menurutnya, sudah saatnya PCM melakukan ekspansi bisnis ke luar Banten.
Agar bisnis PCM berkembang dan menjadikan perusahaan berskala nasional, kata Willy, perlu manajemen yang lebih baik. Dengan rencana ditambahnya direktur keuangan di PCM oleh Walikota , menurut Willy, langkah itu adalah langkah yang tepat.
“Jadi sudah saatnya mencari bisnis pemanduan dan penundaan di luar Banten. Tentunya dari pengembangan dan rencana bisnis ke depan, untuk nasional, perlu lebih baik lagi bagi manajemen. Dalam hal ini penambahan direktur keuangan, tepat. Karena makin banyak transaksi, setiap hari. Untuk invoice dan mengatur keuangan, memang sudah sewajarnya juga kita mengatur keuangan,” ujar Willy, Senin (29/9/2025).
Pihaknya mendukung dengan langkah pemegang saham menambah satu direksi yakni direktur keuangan. Karena selama ini pekerjaan keuangan melekat pada tugas direktur utama. Dengan adanya direktur keuangan, Ia mengaku dapat fokus dalam menjalankan stategi bisnis PCM.
“Kita sangat mendukung, supaya direktur utama dapat fokus hal yang lain, di luar kegiatan harian. Karena selama ini saya sebagai direktur utama itu, mengurusi pertama keuangan, kemudian SDM, kemudian marketing, kemudian corporate secretary. Banyak rangkapnya. Makanya sekarang kalau di-split, alhamdulillah, bisa dapat bantuan,” ungkapnya.
Willy menerangkan, pihaknya di era kepemimpinan kepala daerah sebelumnya sempat mengusulkan perlu adanya direktur keuangan. Namun kala itu belum tepat karena terdapat efisiensi. Saat inilah, PCM telah memiliki kemampuan sehingga perlu direktur keuangan untuk mengatur finansial baik jangka pendek dan jangka panjang.
“Iya betul, memang harusnya ada direktur keuangan. Dulu pun saya sampaikan sama ke pemegang saham, kita perlu direktur keuangan. Cuman mungkin saat itu moment belum pas, dan masih menghitung biaya dan segala macam. Sehingga belum terealisasi. Tapi kalau sekarang kita sudah punya kemampuan,” terangnya.
“Saat ini bisnis sudah membaik, PCM pun sudah ada kemampuan untuk menambah direktur, dari sisi renumerasinya, ditambah,” sambungnya.
Soal arahan Walikota yang meminta PCM melakukan ekspansi di luar Banten, hal itu tengah direncanakan oleh pihaknya. Willy menjelaskan, ada beberapa opsi untuk mengembangkan bisnis di luar Banten namun masih dipertimbangkannya.
“Ada, kita evaluasi akhir-akhir ini, tetapi tempat baru itu belum begitu menarik. Karena gerakan kapalnya belum sesuai dengan kita harapkan. Kalau lokasinya okay, tetapi sisi bisnisnya, gerakan kapal di sana belum banyak. Mungkin jangka panjangnya baik, tetapi saat ini kalau kita masuk ke sana, bisa minus. Itu satu area, ada area yang lain juga, sama, masih belum begitu menguntungkan,” ujarnya.
Willy menyatakan, PCM juga tengah menjajaki rencana lainnya. Namun memang ekspansi itu tidak mudah. Karena perlu persetujuan berbagai pihak termasuk ke Kemenhub dan juga organisasi maritim internasional atau International Maritime Organization (IMO).
“Ada lagi juga sudah saya sampaikan ke Pak Wali, ada daerah yang menarik lah. Tetapi itu dalam proses lah. itu masih panjang. Karena harus ke Kementerian Perhubungan, harus persetujuan stakeholder lain, seperti IMO dan lainnya, jadi tidak mudah,” ungkapnya.
“Kalau itu dapat, bagus sekali. Karena sekarang PCM , sudah dilibatkan dalam lingkup diskusinya. Saya belum bisa menyebutkan daerahnya, tetapi PCM ikut rembuk diskusi di Kemenhub,” sambungnya.
Mengenai PCM diminta dapat hati-hati menjalankan rencana pembangunan Pelabuhan Warnasari, Willy mengamini yang disampaikan Walikota Robinsar. Memang, kata Willy, terdapat regulasi yang bertolak belakang terkait rencana pembangunan Pelabuhan Warnasari terutama menyangkut konsesi lahan Warnasari. Hal itu disampaikan karena pihaknya telah melakukan diskusi ke berbagai pihak baik ke Kemenhub, Kemendagri bahkan meminta pendapat dari universitas negeri ternama di Jawa Timur.
Kehati-hatian itu, kata Willy, juga dikedepankan pihaknya terkait skema rencana kerja sama.
“Kalau skema kerja sama, benar (hati-hati). Untuk menjadi terminal umum, itu memang perlu ada aturan tambahan dari pemerintah yang memungkinkan bagi PCM untuk membuat terminal pelabuhan umum. Selama aturannya masih belum ada, skemanya kita harus hati-hati. Menurut saya untuk jadi terminal umum sangat sulit, kecuali terminal untuk kepentingan sendiri,” pungkasnya.
Pada pemberintaan sebelumnya, salah satu BUMD Kota Cilegon yakni PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) di Tangerang pada Rabu, 24 September 2025. Dalam kesempatan itu, Pemegang saham PCM yakni Walikota Cilegon Robinsar memberikan sejumlah penekanan dan arahan. Salah satunya, orang nomor satu di Kota Cilegon itu menyatakan PCM memerlukan direktur keuangan untuk mengatur finansial perusahaan.
Walikota Cilegon Robinsar mengatakan, sejauh ini performa bisnis PCM sangat positif dan luar biasa. Salah satunya ditunjukan dari revenue yang dicapai pada bulan Agustus 2025 sebesar kurang lebih RP 26-27 miliar. Revenue yang dibukukan itu adalah revenue tertinggi selama sejarah PCM berdiri.
Kata Robinsar, itu artinya bisnis yang dijalankan PCM yakni di pelayanan pandu tunda kapal tugboat terus berkembang. Selain itu, PCM juga sedang fokus terhadap rencana pembangunan Pelabuhan Warnasari.
Agar bisnis PCM dapat terus dikembangkan dan Pelabuhan Warnasari terealisasi, lanjutnya, PCM butuh direktur keuangan. Selama ini PCM diisi oleh dua direktur yakni direktur utama dan direktur operasional. Fungsi keuangan di PCM, kata Robinsar sehari-hari melekat pada direktur utama.
Agar direktur utama dapat fokus dalam menjalankan strategi bisnis dan direktur operasional menjalankan sisi operasional, kata Robinsar, maka perlu penambahan satu direksi yakni direktur keuangan untuk mengatur finansial PCM. (Ronald/Red)

