CILEGON, Selatsunda.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon terus berinovasi untuk menjalankan program pengolahan sampah di Kota Cilegon. Salah satu terobosan program baru yang akan dijalankan yakni program Jerapah (Jemput Ragam Sampah).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Cilegon, Azis Setia Ade Putra menjelaskan, layanan Jerapah atau Jemput Ragam Sampah ini sebagai bentuk pelayanan penjemputan sampah masyarakat yang berada di daerah-daerah terpencil atau lingkungan non developer. Di mana saat ini di wilayah tersebut masih belum tersentuh oleh petugas kebersihan DLH Cilegon.

“Saat ini jemput ragam sampah masih menggunakan medsos milik LH atau kirim melalui pesan singkat whatshap petugas atau ke handpone pribadi saya. Tapi, ketika ada aplikasi Jerapah ini, masyarakat cukup melaporkan saja apabila ada sampah baik di pinggir sungai atau di jalan. Ketika aplikasi jerapah ini berjalan, masyarakat cukup laporkan keberadaan sampah, petugas kami siap menjemput sampah tersebut,” kata Azis, Jumat (11/11/2022).
Dalam menjalankan program itu, sambung Azis, pihaknya akan mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah mana sampah yang memiliki nilai ekonomis dan sampah liar. Sampah yang bernilai ekonomis seperti botol bekas air mineral atau koran-koran dapat dijual kembali. Sementara sampah yang tidak memiliki nilai ekonimis, tentu akan dibuang ke TPSA Bagendung agar bisa diproses di BBJ plant untuk dijadikan produk bahan bakar batu bara.

“Jadi sebelum dibawa ke TPSA Bagendung, sampah-sampah ini akan dipilah dahulu di TPS UPTD terdekat. Karena LH memiliki 4 UPTD sampah,” sambung Azis.
Azis yang juga menjabat Staf Ahli Walikota Cilegon menjelaskan, program pelayanan Jerapah ini dijalankan agar target pelayanan penanganan pengolahan sampah di Kota Cilegon tercapai 100 persen. Saat ini masyarakat baru terlayani 80 persen dan diharapkan sisanya 20 persen dapat tercapai dengan program pelayanan yang diberikan ini.

“Jadi masih ada 20 persen lagi yang belum bisa kita layani. Dengan aplikasi ini tentunya, 20 persen layanan persampahan bisa kita optimalkan. Dan aplikasi ini pun sudah kami anggarkan di anggaran perubahan 2022 dengan total anggaran Rp 50-60 juta,” ujarnya.
Masih katanya, dalam satu hari volume sampah di Kota Cilegon rata-rata baru 200 ton. Total tersebut diluar dari 20 persen sampah yang belum dilayani di LH.
“Otomatis jika semua berjalan tentu rata-rata produksi sampah per hari bisa naik dari 200 ton menjadi 250 ton sampah per hari yang diolah oleh LH Cilegon,” pungkas Azis. (*)

