20.1 C
New York
Selasa, Februari 10, 2026
Beranda Peristiwa DPRD Cilegon Dorong Pemkot Kaji Penyebab Banjir dengan Bantuan Ahli Hidrologi

DPRD Cilegon Dorong Pemkot Kaji Penyebab Banjir dengan Bantuan Ahli Hidrologi

0
231
Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ichwan diwawancara, Belum lama ini. (Foto Ronald/Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Persoalan banjir yang terjadi di Kota Cilegon, belum berkesudahan. Permasalahan ini pun menyedot perhatian Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ichwan.

Rizki mengungkapkan, pihaknya untuk mencari solusi banjir mendorong Pemkot Cilegon untuk menghadirkan ahli hidrologi. Ia mengutarakan, langkah tersebut diutarakan pada rapat yang digelar pasca meninjau banjir di Linkungan Sambirata, Kecamatan Cibeber bersama Walikota Cilegon serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda, Minggu (11/1/2026) malam.

Menurutnya, kehadiran ahli hidrologi nantinya dinilai mampu membaca karakteristik aliran air secara menyeluruh. Kajian menyeluruh itu mulai dari hulu hingga hilir, serta menganalisis berbagai variabel yang memicu terjadinya banjir.

“Ahli hidrologi itu dapat membaca air dari hulu ke hilir. Mereka bisa menganalisis intensitas curah hujan, durasi, frekuensi, kondisi daerah aliran sungai, hingga mengolah data hujan yang berkaitan dengan debit air,” ungkap Rizki, Senin (12/1/2026).

Perlunya ahli hidrologi, juga kata Rizki, karena memiliki kemampuan menyusun analisis hujan yang terencana serta melakukan simulasi banjir, termasuk menilai efisiensi lintasan aliran air. Ia mengharapkan, dari hasil kajian tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang tepat.

“Yang paling penting, mereka bisa mensimulasikan banjir. Kalau ada ahli yang kompeten, kita bisa mengunci akar masalahnya,” tutur Rizki.

Rizki menyinggung, DPRD selain kajian teknis juga telah melakukan pemetaan dan pengelompokan titik-titik banjir di sejumlah wilayah.

“Untuk titik yang berat, kita lihat dulu apakah harus dinormalisasi, kemudian ditinggikan TPT-nya. Saluran-saluran yang kecil dan tidak memadai akan segera dibongkar,” paparnya.

Titik-titik banjir yang dinilai krusial, kata dia, berada di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Cibeber, Ciwandan, dan Kecamatan Jombang.

Ia menyatakan, meski dua hari lalu terjadi banjir namun dampaknya tidak separah banjir sebelumnya. Diketahui sebelumnya, banjir parah terjadi pada awal tahun 2026.

Ia menyatakan, banjir yang terjadi tidak terdapat korban jiwa, baik dari banjir sebelumnya dan saat ini.

Ia mengungkapkan, DPRD memastikan penanganan banjir telah menjadi prioritas dalam penganggaran daerah.

“Dari segi anggaran sudah menjadi prioritas,” pungkasnya. (Ronald/Red)