CILEGON, Selatsunda.com – Ribuan warga Kota Cilegon yang menjalankan pekerjaan di bidang jasa transportasi diusulkan baka menerima bantua sosial (bansos) dari Pemkot Cilegon untuk meringankan beban ekonomi imbas kenaikan harga BBM subsidi.
Kasi Angkutan pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon Zuhansyah Harahap mengatakan, berdasarkan hasil pendataan dan pengecekan ke lapangan, ada 2.753 calon penerima bansos yang bakal menerima bantiam dari pemerintah. Ribuan calon penerima bansos tersebut meliputi, sopir angkot sebanyak 291 orang, Ojek Online (Ojol) 616 orang dan Ojek Pangkalan (Opang) sebanyak 1.846 orang.
“Total keseluruhan calon penerima bansos sebanyak 2.753 orang,” kata Anca kepada Selatsunda.com, Selasa (13/9/2022).
Anca sapaan akrabnya ini menjelaskan, kriteria penerima bansos BBM yakni, calon penerima merupkan warga asli Kota Cilegon, memiliki trayek di Cilegon serta tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari luar.
“Ketika nanti akan pencairan, calon pemerima bansos ini, wajib menunjukan KTP, KK dan memang mereka itu warga Cilegon dan memiliki trayek di Cilegon,” ujarnya.
Kata Anca, masing-masing penerima bantuan ini, akan menerima bantuan sebesar Rp 150.000 per bulan. Pembayaran tersebut akan langsung dibayarkan hingga 4 bulan kedepan.
“Masing-masing Rp 150.000. Semua data sudah kami serahkan ke Bappeda Cilegon agar selanjutnya dari mereka yang akan pensortiran data bersama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Cilegon,” ujar Anca.
Terkait sistem penyaluran bansos, hingga saat ini, pihaknya belum mengetahui tata cara proses pencairan data bansos tersebut.
“Belum tahu sampai saat ini. Apakah tunai atau non tunai. Saya sih berharap non tunai ke salah satu perbankan di Cilegon. Biar aman aja. Jadi sang penerima bantuan ini membuka rekening, dan uang tersebut masuk ke rekening milik pemilik buku tabungan tersebut,” pungkasnya. (Ully/Red)

