SERANG, SSC – Gempa bumi dengan kekuatan 5,5 SR terjadi di wilayah Bayah, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten pada Jumat (04/02/2022) pukul 17.10 WIB. Namun empat menit sebelum kejadian tersebut terjadi, Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Anak Krakatau, Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang merekam Gunung Anak Krakatau, erupsi.
Kepala Pos PGA Anak Krakatau Pasauran, Deny Mardiono mengatakan, dari alat seismogram pos pemantau merekam erupsi GAK yang kedelapan kali terjadi sekitar pukul 17.07 WIB. Dari alat itu pula empat menit kemudian merekam gempa bumi di Bayah, Lebak terjadi pukul 17.11 WIB.
“Setelah gunung anak Krakatau erupsi, empat menit kemudian terjadi gempa tektonik di Bayah,” ujarnya.
Kondisi yang hampir bersamaan itu, kata Deny, terkadang biasa terjadi terkadang juga tidak. Meski hanya selang beberapa menit erupsi Gunung Anak Krakatau bukan penyebab gempa tektonik di Bayah. Dua kejadian itu tidak saling berkaitan. Lanjut dia, secara ilmiah erupsi gunung tidak akan memengaruhi pergeseran lempeng bumi yang mengakibatkan gempa tektonik.
“Kalau erupsi gunung tidak akan mempengaruhi gempa tektonik. Kalau sebaliknya, iya, gempa tektonik bisa mempengaruhi erupsi gempa bumi,” tuturnya.
Ia menyatakan, erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada hari Jumat (4/2/2022) mengalami peningkatan dibandingkan erupsi pada hari sebelumnya, Kamis (3/2/2022). Sejak pagi tadi erupsi sudah terjadi sebanyak 8 kali.
“Erupsi Gunung Anak Krakatau kami pantau mengalami peningkatan dibandingan kemarin. Kali ini abu vulkanik terlihat abu-abu pekat, dimana sebelumnya abu-abu tipis,” pungkasnya. (Ronald/Red)

