20.1 C
New York
Sabtu, Juni 13, 2026
BerandaPeristiwaFenomena Batu Apung Gunung Anak Krakatau sampai ke Pantai Tanjung Peni Cilegon,...

Fenomena Batu Apung Gunung Anak Krakatau sampai ke Pantai Tanjung Peni Cilegon, Jadi Sumber Rezeki Nelayan

-

CILEGON, SSC – “Cepat, cepat bu, ambil karung. Batu apungnya banyak di pinggir pantai,” demikian teriakan seorang nelayan kepada sang istri saat fenomena batu apung Gunung Anak Krakatau (GAK) mengapung di Pantai Tanjung Peni, Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon.

Pada Selasa (14/12/2021) saat sore hari, tidak sedikit nelayan yang ada di Pantai Tanjung Peni berlarian ke pinggir pantai untuk mengumpulkan batu apung. Disepanjang pantai itu, para nelayan dan keluarga bahu membahu mengumpulkan batu apung.

Para nelayan membawa karung, ember, pengki, hingga tudung makanan. Sebagian nelayan terlihat mengumpulkan dari pinggir pantai, ada pula yang mengumpulkan dari pinggir laut.

Nelayan mengumpulkan batu apung Gunung Anak Krakatau di Pantai Tanjung Peni

Batu apung dari GAK berbentuk bulat batu, mengapung dengan tekstur sedikit kasar itu disaring dan dikumpulkan dalam karung.

Fenomena batu apung dari GAK itu tidak setiap hari datang. Batu dengan berat yang ringan itu datang hanya di akhir tahun tepatnya di bulan Desember.

“Ini dari Krakatau, biasanya hanya muncul di bulan Desember. Ini baru pertama di tahun ini dan selalu muncul setiap tahunnya,” ujar nelayan bernama Ramli.

Batu apung itu ternyata membawa rejeki untuk nelayan. Para nelayan biasanya mengumpulkan batu apung untuk dijual ke pasaran dengan harga perkilogram Rp 2.000.

Batu itu dibutuhkan sebagian masyarakat untuk keperluan aquarium atau alat penyaring dan pembersih kotoran-kotoran ikan.

“Biasanya kita jual di pasar, untuk pembersih di aquarium,” ungkapnya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh nelayan lain, Kardi. Dia mengaku, batu apung ini sebagai rezeki tambahannya. Kardi yang sudah mengumpulkan tiga karung mengungkapkan, batu itu menjadi rezeki karena dapat dijual dan keuntungannya cukup menggiurkan.

“Batu apung di pasar aquarium dihargai Rp2 ribu per kilogram. Sekarung batu apung kurang lebih beratnya bisa 10 kilogram,” ujar Kardi.
(Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen