Industri di Cilegon Didorong Prioritaskan Tenaga kerja Lokal Untuk Atasi Pengangguran

0
156
Pekerja di salah satu perusahaan industri di Kota Cilegon melakukan aktivitas konstruksi. (Foto Dokumentasi)

CILEGON, SSC – Seluruh industri yang ada di Kota Cilegon didorong untuk lebih mengutamakan warga lokal dalam penyerapan tenaga kerja. Hal ini disampaikan Dewan Pimpinan Kota (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Cilegon

guna menekan angka pengangguran di Cilegon. 

Ketua DPK Apindo Kota Cilegon, Najib Hanafi, menyampaikan hal tersebut usai menghadiri kegiatan Cilegon Industrial Connect 2026 di Aula Diskominfo Kota Cilegon, Kamis (29/1/2026).

Ia tak menampik jika peluang warga lokal dalam mencari pekerjaan di Cilegon memang sangat minim. Namun yang terpenting bagaimana masyarakat dapat menerima industri untuk menjadi bagian dari ekosistem industri itu sendiri.

“Yang paling penting itu bukan soal orang Cilegon atau orang luar, tetapi apakah masyarakat kita siap menyambut industri dan mampu menjadi bagian dari ekosistem industri itu sendiri,” katanya. 

Najib menambahkan, kesiapan itu tidak hanya sebagai tenaga kerja, tetapi juga sebagai pelaku usaha pendukung industri. Mulai dari jasa, logistik, hingga sektor-sektor turunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Najib juga menyoroti minimnya keterlibatan SDM lokal pada posisi strategis di industri, seperti bidang sumber daya manusia (HRD), hukum, dan jabatan profesional lainnya.

Lebih jauh, Najib menilai masih terjadi ketimpangan serius antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Perkembangan teknologi industri dinilainya melaju cepat, sementara kurikulum pendidikan dan pelatihan kerap tertinggal.

Ia mencontohkan balai latihan kerja (BLK) dan lembaga vokasi yang belum sepenuhnya berbasis kebutuhan riil industri, sehingga banyak lulusan pelatihan tidak terserap pasar kerja.

“Pelatihan sering dibuat tanpa peta kebutuhan industri. Akibatnya, lulusan ada, tapi lowongan tak bisa diisi,” katanya.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Najib mendorong pembentukan tim khusus pemetaan kebutuhan industri di Kota Cilegon. Tim ini diharapkan menjadi penghubung strategis antara pemerintah, dunia pendidikan, dan pelaku industri.

“Pelatihan harus tepat sasaran, bukan sekadar formalitas. Kalau ini dibenahi, SDM lokal bukan hanya siap kerja, tapi siap bersaing,” pungkasnya. (Ully/Red)