Ketua DPRD Kota Cilegon, Isro Mi'raj. (Foto Ronald/Dok Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Nilai investasi Kota Cilegon berada paling tinggi dari kota/kabupaten lain di Provinsi Banten. Dari jumlah nilai investasi Rp 78 triliun di Provinsi Banten per September 2023, nilai investasi Kota Cilegon sekitar Rp28 triliun.

Mengenai hal ini, Ketua DPRD Kota Cilegon, Isro Mi’raj buka suara. Isro menilai saat investasi di Kota Cilegon tinggi, semestinya hal itu bisa memberikan dampak pada kesejahteraan masyarakat.

“Kami harapkan seperti itu,” ungkap Isro, Kamis (30/11/2023).

Saat ini, kata Isro, masih banyak warga Kota Cilegon yang menganggur. Tentu dengan melihat nilai investasi tersebut, mustinya penyerpan tenaga kerja dapat signifikan.

“Tentunya dinas tenaga kerja bagaimana pola ketika investasi masuk dan itu penyerapan tenaga kerja di Kota Cilegon bisa signifikan,” ujar Isro.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cilegon, Hayati Nufus menyatakan, realisasi investasi di Cilegon dari Triwulan 1-3 telah melewati target.

Baca juga  Sambut Idul Adha 2024, Krakatau Steel Serahkan Bantuan 211 Hewan Kurban

“Realisasi investasi kita untuk sementara ini sudah mencapai Rp28 triliun, dari target Rp13 triliun di tahun 2023, ternyata kita sudah melebihi target,” ujarnya.

Dengan banyaknya nilai investasi perusahaan baik dari penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri di Cilegon, hal itu berdampak baik untuk Cilegon.

“Cukup bagus, semakin banyak investor masuk berarti kan itu membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran, jadi makmur dan sejahtera,” paparnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon, Panca N Widodo mengatakan, walaupun angka pengangguran masih ada di Cilegon namun jumlah persentase tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Cilegon mengalami penurunan sejak tahun 2020. Di mana berdasarkan data BPS, pada tahun 2020 angka TPT kota Cilegon berada diposisi 12,69 persen.

Baca juga  Penyelundupan Benih Lobster Diungkap Lanal Banten, 77 Ribu Ekor Diamankan

Kemudian pada tahun 2021 turun diangka 10,13 persen dan di tahun 2022 kembali turun menjadi 8,10 persen.

“Untuk tahun 2023 sebagaimana yang telah dirilis oleh BPS, alhamdulillah angka TPT kita kembali lagi menurun dari 8,10 persen menjadi 7,25 persen,” terangnya.

Atas capaian itu, Panca mengaku bersyukur dan mengucapkan terimakasih atas kerjasama semua pihak. Sebab kata Panca, capaian itu bukan hanya hasil kerja keras dari pihak Disnaker saja, melainkan dari hasil kerjasama seluruh pihak.

“Tentunya kami ucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder terkait, seluruh masyarakat dan juga opd terkait di mana kita selalu bersinergitas, selalu bekerja sama dalam rangka menurunkan angka pengangguran, sebagaimana visi misi pak wali,” terangnya. (*/Red)