CILEGON, SSC – Jelang pelaksanaan angkutan Libur Natal dan Tahun Baru 2021, sejumlah sarana dan prasarana di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon dalam kondisi tidak layak digunakan.
Beberapa diantaranya berdasarkan informasi yang dihimpun Selatsunda.com, fasilitas di Pelabuhan Merak seperti fender di Dermaga 5 tampak usang dan mulai rusak. Bahkan kondisinya juga nyaris jatuh ke laut.
Selain itu juga lampu buoy merah sebagai rambu navigasi yang diduga menjadi penyebab KMP ALP Elisa kandas di Perairan Merak, beberapa waktu lalu, juga tidak menyala.
Kepala BPTD Wilayah VIII Provinsi Banten, Endi Suprasetio dikonfirmasi tentang hal itu tidak menampik kerusakan fasilitas tersebut di Pelabuhan Merak. Ia mengaku, kapal saat sandar di dermaga 5 dengan kondisi cuaca buruk menyebabkan fender rusak.
Begitu juga tidak berfungsinya lampu buoy. Kata dia, buoy tidak menyala dimungkinkan dihantam cuaca buruk.

Oleh karenanya, pihaknya meminta agar yang berkewenangan dalam hal ini adalah PT ASDP Merak untuk segera memperbaikinya. Karena saat ini penyelenggaraan angkutan Nataru sudah mulai dipersiapkan.
“Kita minta dikembalikan fungsinya. Sesegera mungkin sebelum angkutan liburan Nataru sudah selesai. Hanya memang secara operasional, dengan cuaca seperti ini, kemungkinan ada masalah dengan fasilitas, akan sangat mungkin terjadi,” ujarnya, Rabu (16/12/2020).
Hal ini diminta segera untuk diperbaiki karena sudah mengganggu aktivitas kapal penyeberangan saat sandar dan labuh di Pelabuhan Merak. Pihaknya meminta agar segera ditindak lanjuti.
“Ini jadi perhatian memang. kalau untuk fasilitas dermaga akan dilakukan perbaikan semuanya. Laporannya memang yang menggangu kapal, (faktor) keselamatan kapal itu pasti, kita akan tindak lanjuti,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Gapasdap Cabang Merak, Togar Napitupulu membenarkan jika pihaknya mendapat keluhan dari nakoda kapal terkait rusaknya fender dan buoy di Pelabuhan Merak. Gapasdap menyikapi itu akan menyurati otoritas yang berwenang untuk memperbaikinya.
“Nanti kita akan menyurati otoritas pelabuhan, untuk menghidupkan kembali kalau ada (buoy) yang mati. Atau mungkin ada cahaya yang tidak jelas, kita akan menginformasikan itu ke KSOP dan Navigasi, untuk mengaktifkan kembali semuanya,” tuturnya.
Alat perambuan seperti rambu navigasi buoy kata Togar, menjadi alat yang sangat penting karena fungsinya memandu nakoda saat masuk alur Pelabuhan Merak. Supaya keselamatan penumpang terjamin terlebih saat ini sudah mulai masuk persiapan menghadapi angkutan Nataru 2021.
“Tentunya ini patokan awal untuk nakoda melihat buoy. Artinya untuk masuk kiri, masuk kanan pelabuhan, harus melihat buoy. Dan itu patokannya,” tuturnya.
Sementara, General Manager PT ASDP Merak, Hasan Lessy belum dapat dikonfirmasi saat dihubungi. Panggilan yang dituju masih belum direspon. (Ronald/Red)

