SERANG, SSC – Gabungan Pedagang Daging (Gapenda) Provinsi Banten akan melakukan mogok dagang selama enam hari sebagai bentuk protes kepada pemerintah sebab harga daging sapi yang melonjak hingga mencapai Rp 120 ribu per kilogram.
“Keputusan mogok dagang itu besok, dari tanggal 22 hingga 27 Januari jadi sekitar enam hari,” kata Ketua Gapenda Banten, Aeng Khaeruzzaman kepada awak media di Pasar Induk Rau, Kamis (21/1/2021).
Rencana aksi mogok dagang ini, kata dia, kan diikuti seluruh anggota Gapenda yang ada di wilayah Banten seperti Pandeglang, Cilegon, Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kabupaten Tangerang.
“Kami tidak mau sendiri-sendiri, kami undang semua anggota Gapenda. Insya Allah kami kompak,” jelasnya.
Ia mengatakan, mogok ini sebagai bentuk protes karena harga daging sapi tak kunjung menurun. Harga yang naik ditengah pandemi Covid-19 membuat pedagang terkapar.
“Kalau pedagang inginnya harga dapat diturunkan. Karena sekarang ini kan lagi pandemi, selama pandemi itu pedagang sudah menjerit. Pembelinya tidak ada, harganya pun tinggi tetapi kami coba bertahan dari itu,” sambungnya.
Lebih lanjut, dia bersama anggota organisasi akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah dapat melakukan intervensi terkait aktivitas impor daging sapi segar. Karena menurutnya, impor daging beku justru tidak mempengaruhi stabilitas harga daging segar di pasaran.
“Kami ingin pemerintah melalui Bulog impor daging sapi, jadi bisa menahan harga. Jangan daging beku yang selalu di impor oleh pemerintah,” pungkasnya. (SSC-03/Red)

