CILEGON, SSC – Kerja sama operasi jasa pemanduan 5 kapal tugboat PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) dengan PT Krakatau Bandar Samudera belum dibahas lebih lanjut. Pasalnya setelah KBS memutus kerja sama sejak 13 April 2021 lalu, pendapatan PCM mengalami penurunan.
Walikota Cilegon, Helldy Agustian dikonfirmasi tidak menampik hal itu. Pendapatan yang dihasilkan PCM saat ini tidak seperti saat kerja sama dengan KBS. Sebelumnya saat kerja sama, PCM memperoleh sharing profit 98 persen dan KBS 2 Persen.
“Kan kita sedang mempelajari semuanya. Drop pendapatan itu kan ada beberapa hal yang kita pelajari. Karena PCM tidak lagi berlaku seperti kemarin, sistem dengan 98 persen dan 2 persen, sistemnya kan sistem sewa. Sehingga yang tidak efektif, kita kurangi dulu kapalnya,” ungkap Helldy, Belum lama ini.
Ia menyatakan, saat ini belum ada tindak lanjut pembahasan kerja sama PCM dengan KBS. PCM dalam berusaha menggunakan izin pelimpahan jasa pemanduan kapal tugboat yang dimiliki untuk mendongkrak pendapatan.
“Tidak ada. Tidak ada kerjasama,” paparnya.
“Sekarang ini kan yang menguntungkan yang kita teruskan. Kalau kemarin kan 98 persen sama dengan 2 persen, itu menguntungkan ke kita. Nah dengan adanya perizinan bersama, kita berdiri sendiri. Karena sekarang KBS sendiri sudah sewa kapal dari pihak lain, dua,” ucapnya.
Meski kerja sama tidak berlanjut, namun Pemkot selalu kuasa pemegang saham memproyeksikan pendapatan PCM bisa naik. Seluruhnya, kata Helldy, tergantung dari direktur dan komisaris yang nanti akan ditunjuk.
“Pendapatan kita proyeksikan bisa meningkat nanti. Tinggal nanti dapat orang (direktur dan komisaris) right men right place saja,” paparnya.
Sementara itu, Plt Direktur Utama PCM, Ridia Alqadrina mengakui, pendapatan PCM sejak kerja sama dengan KBS tidak berlanjut menjadi menurun. Karena kapal tugboat PCM yang biasa melayani di dalam dan diluar Pelabuhan Cigading, kini hanya melayani kapal diluar Pelabuhan Cigading.
“Awalnya kita melayani di Pelabuhan Cigading dan diluarnya, di TUKS di wilayah selatan ke utara Banten. Sekarang ini cuman diluar Pelabuhan Cigading, otomatis pendapatan berkurang,” terangnya.
Manager SDM dan Umum PCM, Ilham mengungkapkan, lanjut tidaknya kerja sama antara PCM dengan KBS belum ada pembahasan secara teknis. Meski sebelumnya Pemkot, PCM dan KBS sempat membahas bersama. Pihaknya berharap, kerja sama dapat dijalin kembali agar bisnis kedua pihak saling berkelanjutan dan menguntungkan.
“Kerjasama PCM dan KBS sudah dimulai dari 2002. Pada saat itu, kedua pihak saling support. PCM mendukung jasa kepelabuhanan KBS, supaya bongkar muat tidak delay, sebaliknya juga kita disupport, KBS juga memberikan fasilitas ke PCM. Makanya kami masih berharap, kerjasama dengan KBS bisa dilanjutkan,” pungkasnya. (Ronald/Red)

