CILEGON, SSC – Rangkaian acara Budaye Cilegon Fest-Internasional Folk-Art 2025 resmi dibuka pada Hari ini, Kamis (7/8/2025) malam.
Pada pembukaan yang digelar di Rumah Dinas Walikota Cilegon, delegasi 4 negara yakni Korea, Rusia, Bulgaria dan India menampilan tarian tradisional mereka. Dalam penampilan itu, penari Kota Cilegon juga menunjukan tarian tradisional Cilegon.
Pembukaan itu makin semarak saat kelima negara melakukan kolaborasi tarian bersama-sama. Tampak para penari membaur menjadi satu. Penampilan itu mendapat sambutan tepuk tangan meriah dari tamu undangan dan masyarakat.
Walikota Colegon, Robinsar mengaku bangga dan takjub dengan penampilan 5 delagasi negara sudah hadir di Kota Cilegon. Yang mana, para negara tersebut cukup jauh datang ke Indonesia untuk bisa memberikan penampilan seni dan tradisi mereka untuk masyarakat Kota Cilegon.
“Tentu saya bangga dan senang para delegasi negara seperti, Korea, India, Rusia, Bulgaria bisa datang kesini untuk pertukaran seni dan budaya mereka. Suatu kebanggaan sekali bagi kita (Indonesia) bisa sama-sama bersatu dalam menampilkan budaya yang mereka miliki,” kata Robinsar kepada Selatsunda.com usai acara.
Robinsar pun menginginkan agar budaya Kota Cilegon bisa lebih mendunia bahkan bisa banyak dikenal oleh semua negara.
“Tentu harapan kami bersama, bagaiama budaya di Cilegon bisa lebih mendunia lagi. Dan keinginan kami, nantinya ada pertukaran seni dan budaya kembali di Kota Cilegon,” ujarnya.
Robinsar menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan bagian dari misi besar untuk membawa budaya Cilegon ke pentas global. Ia berharap Budaye Cilegon Fest bisa menjadi titik awal untuk menjadikan budaya lokal sebagai kekuatan diplomasi internasional.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Heny Anita Susila mengatakan pembukaan festival berlangsung lancar dan menggembirakan, terutama dengan penampilan para penari dari lima negara.
“Alhamdulillah, opening berjalan sukses. Para penari tampil memukau, termasuk dari Cilegon sendiri. Kami sangat mengapresiasi,” ujar Heny.
Kata Heni, Esok Hari, Jumat (8/8/2025), delagasi 4 negara dan Indonesia akan tampil pada workshop budaya di SMP Negeri 2 Kota Cilegon dan gala dinner yang menampilkan penampilan utuh dari seluruh delegasi internasional.
Selanjutnya, festival akan dipusatkan di Alun-Alun Kota Cilegon, termasuk pertunjukan seni, Festival UMKM, dan panggung terbuka yang akan berlangsung hingga malam hari. Sebanyak 42 grup kesenian dari sanggar dan komunitas seni lokal juga dijadwalkan tampil, termasuk Tari Rampak Beduk khas Cilegon.
“Meskipun ada penampilan dari luar negeri, mayoritas tetap menampilkan kekayaan budaya lokal. Kolaborasi ini penting untuk menunjukkan kekuatan seni kita,” tegas Heny.
Pada Minggu, (10/8/2025) akan ditutup langsung dengan kedatangan Dihadiri Menteri Kebudayaan Fadil Zon.
“Closing ceremony yang rencananya dihadiri langsung oleh Menteri Kebudayaan RI,” jelas Heni.
Menurut Heny, kehadiran delegasi mancanegara dalam festival ini adalah bagian dari strategi diplomasi budaya yang sedang dibangun Cilegon melalui kerja sama dengan CIOFF Indonesia, organisasi internasional di bawah naungan UNESCO.
“Ada pertukaran budaya, ada transfer nilai, dan ini memperkuat rasa persaudaraan antarbangsa. Bahkan tadi ada tukar cinderamata dengan delegasi luar negeri,” pungkasnya. (Ully/Red)

