CILEGON, SSC – Komisi II DPRD Kota Cilegon melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SDN Serang Ilir, tepatnya di Jl.Fatahillah, Lingkungan Serang Ilir, Kelurahan Randakari, Kecamatan Ciwandan. Sidak yang dilakukan beberapa waktu lalu ini mendapati sekolah tersebut kondisinya sangat memprihatinkan.
Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon, Fauzi Desviandy mengaku cukup kecewa dengan belum adanya keseriusan dari Pemkot Cilegon dalam hal ini Dinas Pendidikan (Dindik) Cilegon memperhatikan sarana dan prasarana di SDN Serang Ilir. Di mana, fasilitas di sekolah tersebut masih jauh dari standar dan belum layak. Salah satunya di sekolah tersebut hanya memiliki 1 toilet.
“Dari total siswa sebanyak 275 orang hanya memiliki satu unit toilet. Itu juga bercampur dengan para gurunya. Kondisinya pun sangat memprihatinkan dan sulit diakses karena jalur menuju toilet yang tidak memadai,” kata Fauzi terkonfirmasi, Senin (23/2/2026).
Fauzi menambahkan, dengan situasi hanya memiliki I toilet, para siswa dan para guru seringkali terpaksa menumpang ke rumah warga sekitar hanya untuk urusan buang air.
“Selain masalah sanitasi, kami juga melihat jika sekolah ini menghadapi kendala keterbatasan lahan yang akut (luas bangunan tidak sebanding dengan jumlah siswa), tak ada perpustakaan maupun lapangan upacara serta onstruksi saat ini dinilai tidak kuat jika dipaksakan untuk penambahan ruang kelas baru (RKB) ke lantai atas tanpa revitalisasi total,” jelasnya.
Mengingat urgensi masalah ini, pihak legislatif akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait agar perbaikan SDN Serang Ilir masuk ke dalam prioritas di anggaran perubahan. Langkah ini dianggap perlu karena menyangkut hak anak-anak untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak.
Senada dengan Fauzi, anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon, Hidayatullah mengatakan, sekolah tersebut terkendala oleh kondisi bangunan yang sangat memprihatinkan. Sejumlah fasilitas masih belum memadai. Di mana jumlah ruang kelas belum ideal dengan jumlah murid.
“Kita lihat jumlah ruang kelas tidak sebanding dengan jumlah murid yang ada, sekolah tidak memiliki lapangan yang memadai untuk upacara bendera maupun kegiatan olahraga dan sarana prasarana penunjang lainnya sudah dalam kondisi yang tidak layak pakai,” katanya.
Ia meminta agar Pemerintah Kota Cilegon bisa merelokasi sekolah tersebut ke lokasi yang nyaman.
“Keinginan kami di DPRD adalah sekolah ini direlokasi ke lahan yang lebih luas agar lebih representatif. Namun, jika terkendala tahapan lahan, opsi lainnya adalah pembangunan secara vertikal (Duk/Tingkat). Bagian bawah bisa dijadikan area terbuka atau ruang serbaguna untuk kegiatan siswa,” pintanya. (Ully/Red)





