CILEGON, SSC – Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Perta Series baik Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo di wilayah Banten khususnya Kota Cilegon dan Kabupaten Serang mengalami peningkatan. Tren konsumsi BBM ini naik saat Program Langit Biru (PLB) dijalankan sejak 12 November 2020 lalu. Untuk mengapresiasi pelanggan, PT Pertamina (Persero) melalui Regional Jawa Bagian Barat memberikan harga khusus untuk Pertalite.
“Sebagai bagian dari rangkaian Program Langit Biru untuk menciptakan lingkungan sehat, Pertamina melanjutkan Program Pertalite Harga Khusus, sehingga konsumen dapat merasakan performa Pertalite dengan harga Rp6.850 per liter, lebih rendah Rp 800 dari harga normal,” ujar Unit Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan kepada Selatsunda.com, Kamis (14/1/2021).
Ia menjelaskan, konsumsi BBM jenis Pertalite (RON 90) untuk Kota Cilegon sejak PLB dijalankan, rata-rata konsumsi normal harian meningkat 6 persen atau lebih dari 130 KL (Kiloliter) dibandingkan pada periode sebelumnya. Begitu juga Pertamax Turbo (RON 98) meningkat hingga lebih dari 70 persen dibandingkan rata-rata konsumsi normal harian yaitu sekitar 1 KL.
Sementara wilayah Kabupaten Serang, konsumsi Pertalite meningkat 9 persen dibandingkan rata-rata konsumsi normal harian yaitu sekitar 200 KL. Konsumsi BBM jenis Pertamax (RON 92) turut memperlihatkan peningkatan sebesar 4 persen dibandingkan rata-rata konsumsi normal harian yaitu sekitar 30 KL.
Adanya pengalihan konsumsi Perta Series ini turut mempengaruhi konsumsi premium (RON 88). Konsumsi Premium di Kota Cilegon turun 42 persen atau sekitar 12 KL, dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal yakni sekitar 30 KL. Tren yang sama juga terjadi di wilayah Kabupaten Serang, dimana Premium mengalami penurunan yang cukup signifikan hingga 74 persen atau sekitar 40 KL, dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal sekitar lebih dari 50 KL.
“Konsumsi Premium di Kota Cilegon turun 42 persen atau sekitar 12 KL, dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal yakni sekitar 30 KL. Tren yang sama juga terjadi di wilayah Kabupaten Serang, dimana Premium mengalami penurunan yang cukup signifikan hingga 74 persen atau sekitar 40 KL, dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal sekitar lebih dari 50 KL,” tuturnya.
Hal ini, kata dia, menunjukan dengan terus menggerakan PLB maka akan semakin meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan penggunaan energi BBM bersih yang rendah emisi. Diharapkan pelestarian lingkungan dapat sejalan dengan kembali pulihnya aktivitas kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah Banten.
“Hal ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat di Kabupaten Serang dan Kota Cilegon yang sudah tergerak untuk menerapkan penggunaan energi yang lebih bersih, guna meningkatkan kualitas udara dan lingkungan,” harapnya. (Ronald/Red)

