20.1 C
New York
Sabtu, Februari 28, 2026
Beranda Peristiwa Mahasiswa Cilegon Demo Satu Tahun Robinsar-Fajar Prabowo, Kritik Jalan Rusak, Pengangguran Hingga...

Mahasiswa Cilegon Demo Satu Tahun Robinsar-Fajar Prabowo, Kritik Jalan Rusak, Pengangguran Hingga Banjir

0
218

CILEGON, SSC – Satu tahun masa kepemimpinan Walikota Cilegon, Robinsar dan Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo menulai gelombang kritik. Salah satunya mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) yang menggelar aksi unjuk rasa di Rumah Dinas Walikota Cilegon, siang tadi.

Aksi ini menjadi refleksi kritis setelah tepat satu tahun pasangan Robinsar-Fajar Hadi Prabowo dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu. IMC  menilai, pada kepemimpinan Robinsar-Fajar Prabowo ini, masih banyak jalan-jalan rusak bahkan pengangguran yang belum dituntaskan. Tak hanya itu, persoalan banjir yang terjadi di Kota Cilegon juga tak luput dari kritikan para mahasiswa.

“Dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Kami mempertanyakan mengapa pembangunan lebih menonjol pada aspek estetika seperti taman dan lampu di jalur protokol (Landmark hingga PCI), padahal kebutuhan dasar jauh lebih mendesak,” ujar Ketua IMC, Ahmad Maki, Senin (23/2/2026).

Mahasiswa juga menyoroti soal faktor kesehatan dan pendidikan. Robinsar-Fajar dinilai belum kongkret dalam menangani penyakit seperti ISPA, HIV, dan TPD.

“Harapan saya, tujuh program prioritas itu benar-benar dituntaskan. Jangan hanya menjadi omong kosong. Pembangunan yang bersifat hiburan jangan sampai mengesampingkan pembenahan hal-hal mendasar yang dibutuhkan rakyat,” terangnya.

Mahasiswa meminta, Pemkot diharapkan mampu menyikapi catatan ini sebagai bahan evaluasi untuk memastikan sisa masa jabatan digunakan untuk menyelesaikan persoalan yang paling krusial bagi warga.

Menanggapi tuntutan tersebut, Walikota Cilegon didampingi Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo soal infrastruktur, orang nomor satu di Kota Cilegon ini menjelaskan, tahun pertama kepemimpinannya terdapat dinamika fiskal yang cukup berat, termasuk beban defisit anggaran.

“Kalau di tahun pertama dengan segala dinamika yang ada, dengan beban defisit kemarin, kami bukan mencari alasan karena memang itu sangat berdampak,” jelasnya.

Namun, pada 2026 ini, Pemkot Cilegon menegaskan akan tetap memprioritaskan perbaikan infrastruktur, khususnya jalan rusak dengan tingkat mobilitas tinggi serta penanggulangan banjir di sejumlah titik rawan.

“Dengan kondisi hari ini di tahun 2026, tetap kami prioritaskan terhadap yang memang sudah rusak dan jalan itu memiliki mobilitas tinggi. Jalan rusak dan penanggulangan banjir jadi prioritas,” tegasnya.

Terkait sorotan mahasiswa terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Robinsar menegaskan semangat pemerintah bukan hanya sekadar perbaikan, tetapi mendorong agar BUMD mampu memberikan keuntungan dan dividen bagi daerah.

“Semangatnya sama, semangat perbaikan. Bahkan bukan hanya perbaikan, tapi bagaimana caranya ke depan bisa profit dan dividen terus kita lakukan,” ujarnya.

Untuk PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM), Pemkot tengah mengomunikasikan pemanfaatan aset lahan di Warnasari dan menjalin komunikasi dengan Krakatau Steel (KS).

“Alhamdulillah sudah ada titik terang. Tinggal nanti kita bicara proyeksi ke depan pembangunan seperti apa, intinya bertahap,” katanya.

Ia juga mengaku telah berkomunikasi langsung dengan industri di Kota Cilegon yang memiliki aktivitas kepelabuhanan agar turut mendorong peningkatan pasar PCM.

“Saya datang ke Lotte Chemical Indonesia, saya minta membantu PCM. Berarti membantu pemerintah dan masyarakat karena ada dividen,” ungkapnya.

Terkait BPRS Cilegon Mandiri, juga didorong untuk fokus pada kredit dengan risiko minim, seperti kredit berbasis honor dan gaji ASN yang mekanismenya dapat dilakukan melalui pemotongan langsung. (Ully/Red)