20.1 C
New York
Sabtu, Februari 21, 2026
Beranda Peristiwa Mahasiswa Kritik Satu Tahun Kepemimpinan Robinsar-Fajar, Mulai dari Infrastruktur Hingga Lingkungan Hidup

Mahasiswa Kritik Satu Tahun Kepemimpinan Robinsar-Fajar, Mulai dari Infrastruktur Hingga Lingkungan Hidup

0
223
Walikota Cilegon, Robinsar dan Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo. (Foto Dok Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) memberikan kritikan untuk satu tahun kepemimpinan Robinsar dan Fajar Hadi Prabowo sebagai Walikota dan Wakil Walikota Cilegon.

Ketua Ikatan Mahasiswa Cilegon,  Ahmad Maki menilai pemerintahan Robinsar-Fajar masih belum berjalan maksimal. Bahkan, program prioritas yang dibanggakan selama ini belum menyentuh kepada masyarakat. Tak hanya itu, banyak infrastruktur di Cilegon yang rusak belum diperbaiki seluruhnya oleh Robinsar-Fajar.

“Saya melihat selama satu tahun ini, secara objektif, belum maksimal. Dari tujuh program itu, yang saya fokuskan terutama infrastruktur dan lingkungan hidup,” kata Maki saat dikonfirmasi, Kamis (19/2/2026).

Maki sapaan akrabnya ini memandang jika masih banyak PR yang belum diselesaikan oleh Robinsar-Fajar. Mulai dari masalah pendidikan, infrastruktur, ketenagakerjaan, penanganan jalan rusak, kesejahteraan masyarakat.

“Selama satu tahun ini, terutama soal infrastruktur, pembangunan yang ditunjukkan itu belum berdampak langsung pada kebutuhan dasar masyarakat. Masih banyak jalan rusak, PJU mati, drainase yang diperbaiki juga tidak selesai-selesai. Bahkan ada yang sampai menyebabkan kecelakaan motor karena drainase,” ucapnya.

“Kebutuhan dasar infrastruktur saja belum selesai, jadi seharusnya fokus dulu ke perbaikan jalan, drainase, dan penerangan sebelum membangun yang lain,” sambungnya.

Ia menegaskan bahwa seharusnya pemerintah daerah memprioritaskan terlebih dahulu penyelesaian kebutuhan dasar infrastruktur sebelum melaksanakan pembangunan lain yang bersifat estetika atau penataan kota.

“Kebutuhan dasar infrastruktur saja belum selesai, jadi seharusnya fokus dulu ke perbaikan jalan, drainase, dan penerangan sebelum membangun yang lain,” tegasnya.

Disinggung kinerja yang sudah berjalan selama setahun ini, ia menilai bahwa capaian tersebut masih tergolong kurang baik. Mengingat berbagai persoalan mendasar yang dirasakan langsung oleh masyarakat belum tertangani secara optimal.

“Yang kami harapkan, jangan hanya fokus menata keindahan kota, tetapi prioritaskan kebutuhan dasar masyarakat, karena dampaknya jelas, jalan rusak rawan kecelakaan, PJU mati rawan kejahatan, dan drainase buruk menyebabkan banjir,” ujarnya.

Menurutnya, titik-titik permasalahan infrastruktur tersebut sudah diketahui oleh masyarakat luas, di antaranya jalur lingkar yang dikenal sebagai kawasan wisata namun masih banyak ditemukan PJU yang tidak berfungsi, serta kondisi jalan desa dan jalan kampung yang hingga kini masih mengalami kerusakan dan belum mendapatkan perbaikan yang memadai. (Ully/Red)