Petugas Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Banten melakukan pemeriksaan hewan menjelang Hari Raya Idul Adha, Belum lama ini. Foto IST

CILEGON, SSC – Lalu lintas hewan dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa atau sebaliknya mengalami peningkatan menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah.

Dari data yang dilansir Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Banten, lalu lintas hewan seperti hewan sapi, kerbau, kambing dan domba  mendekati Hari Raya Kurban mengalami peningkatan.

Lalu lintas hewan dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Merak pada Maret 2024 untuk hewan sapi tercatat sebanyak 15.577 ekor, kerbau 58 ekor, kambing 1.273 ekor dan domba 1.000 ekor. Sementara pada April, lalu lintas hewan untuk hewan sapi sebanyak 10.782 ekor, kerbau 110 ekor, kambing 1.280 ekor dan domba 830 ekor.

Kemudian pada Mei, lalu lintas hewan untuk hewan sapi sebanyak 19.533 ekor, kerbau 134 ekor, kambing 4.661 ekor dan domba 1.771 ekor.

Begitupun sebaliknya, lalu lintas hewan dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera juga mengalami peningkatan. Pada Maret 2024 untuk lalu lintas hewan sapi sebanyak 93 ekor, kambing 80 ekor dan domba 50 ekor. Pada April, lalu lintas hewan untuk hewan sapi sebanyak 126 ekor, kambing 62 ekor dan domba 60 ekor. Lalu pada Mei, lalu lintas hewan sapi sebanyak 560 ekor, kambing 100 ekor dan domba 117  ekor.

Baca juga  Perumda Cilegon Mandiri Bisnis Air Kemasan, Komisi III DPRD Cilegon Ingatkan Pelayanan Utama Jangan Terlupakan

Kepala Satuan Pelayanan Merak Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Banten, Melani Wahyu Adiningsih mengatakan, lalu lintas hewan kurban sudah mulai meningkat selama tiga bulan terakhir dari Maret hingga Mei 2024.

“Memang karena sekarang sudah menjelang Idul Adha sudah terlihat terjadi peningkatan lalu lintas hewan kurhan seperti sapi, kerbau kambing dan domba. Untuk yang dari Pulau Sumatera ke Jawa terlihat signifikan, sementara  dari Pulau Jawa ke Sumatera memang tidak terlihat siginifikan,” ujarnya, Rabu (5/6/2024).

Melani memprediksi, hewan kurban yang dilalu lintaskan akan terus meningkat hingga mendekati Hari Raya Idul Adha karena untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kalau melihat data, untuk hewan sapi saja meningkatnya hampir 100 persen. Diperkirakan sampai satu hari sebelum Idul Adha akan terus meningkat,” ungkapnya.

Baca juga  Pemkot Cilegon Kumpulkan OPD Benahi SOP Perizinan di Mal Pelayanan Publik

Melihat meningkatnya lalu lintas hewan kurban, Karantina Banten melakukan pengawasan kian ektra ketat. Pengawasan diperketat baik memeriksa kelengkapan surat-surat karantina dan juga pemeriksaan fisik hewan.

“Tadi pagi, kita berhasil menggagalkan dua kendaraan yang diseberangkan dari Lampung kesini (Pulau Jawa) karena tidak dilengkapi dokumen. Kita lakukan penolakan. Karena dia tidak dilengkapi dengan sertifikat veteriner, atau SKKH. Surat tersebut untuk menyertakan hewan itu sehat. Karena tidak melengkapi itu, kita kembalikan lagi dan koordinasi dengan Karantina Bakauheni,” ucapnya.

Pengawasan kian diperketat, kata Melani, juga untuk mengantisipasi penyeberan penyakit hewan menular. Beberapa yang diantisipasi seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) dan LSD.

“Tugas utama kami dari pencegahan penyeberangan penyakit,ang yang harus di waspadai penyeberangan penyakit dari hewan kurban tersebut sepeti penyakit mulut dan kuku, penyakit LSD kemudian ada juga antraks,” pungkasnya. (Ronald/Red)