CILEGON, SSC – Jajaran OPD di Pemerintah Kota Cilegon langsung melakukan rapat mendadak pasca Walikota Cilegon, Helldy Agustian diam-diam blusukan ke Pasar Kranggot, Minggu (14/3/2021) Kemarin.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon, Bayu Pratanagama mengatakan, rapat bersama Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta pagi tadi menghasilkan keputusan bahwa pedagang emprakan yang berjualan di jalur masuk pasar akan ditertibkan. Sekiranya terdapat 300 pedagang yang akan ditertibkan dan akan direlokasi ke dalam hanggar.
“300 pedagang emprakan ini akan kami tertibkan dan kami tempatkan di hanggar yang ada di bagian belakang. Insya Allah, dalam 4 hari kedepan selama penertiban semua berjalan dengan kondusif dan secara perlahan kami akan masukan mereka ke hanggar yang ada,” kata Bayu kepada awak media usai rapat di Kantor Walikota Cilegon, Senin (15/3/2021).
Bayu beralasan, penertiban tersebut bukan bermaksud membuat para pedagang kesulitan mencari nafkah. Namun niat Pemkot menata Pasar Kranggot menjadi nyaman, tentram, aman dan sehat. Serta menjamin keberlangsungan usaha para pedagang.
“Karena menjadikan pedagang nyaman dan tertib ini menjadi kebangsaan kita bersama. Dan kami berharap, pedagang bisa mengikuti apa yang diminta oleh pemerintah,” sambungnya.
Ia menyatakan, ratusan pedagang tersebut ditargetkan dalam dua pekan ke depan sudah tidak lagi berjualan di depan pintu masuk pasar dan sudah menempati hanggar.
“Kami targetkan 2 minggu ke depan semua pedagang berada di dalam hanggar. Karena, bulan depan kita kan akan menghadapi bulan puasa. Otomatis semua harus berjalan sesuai dengan rencana. Dan apabila selama 2 minggu, pedagang tidak juga menempat hanggar yang sudah kita sediakan, maka yang berhak melakukan penertiban ada di Dinas Satpol PP,” ujarnya.
Soal retribusi kepada pedagang saat menempati hanggar, kata Bayu, akan digratiskan.
“Jadi selama penertiban kita lost (gratiskan) dulu retribusi. Usai penertiban baru kita bebankan retribusi kepada pedagang dengan harga sewa mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 2.500 per hari,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta mendesak agar seluruh stakeholder di Cilegon bisa bersama-sama konsisten menjadikan Pasar Kranggot bersih, nyaman serta menjadi kebanggaan semua pihak.
“Saat ini pemerintah sedang memikirkan bagaimana Pasar Kranggot ini tidak semrawut tidak kotor dan acak-acakan. Mengingat, luas di pasar ini saja sekitar 5,6 hektar dengan total pedagang di sini (Kranggot) sebanyak 2.483 pedagang. Semua harus dikembalikan sebagaimana fungsi dan peruntukannya,” tegas Sanuji.
Disinggung apakah rencana penertiban itu hanya akan sekedarnya, Sanuji menepis anggapan tersebut.
“Kita bukan pemerintah yang lama. Ini pemerintahan Helldy-Sanuji.Semua harus konsisten semua pihak harus dilibatkan sehingga Pasar Kranggot tidak lagi kumuh dan kotor,” pungkasnya. (Ully/Red)

