CILEGON, SSC – Sejumlah pedagang kecil yang biasanya berjualan di Kantor Pemerintahan Kota Cilegon mengadukan nasib mereka ke Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta, Kamis (16/2/2023). Kedatangan mereka ke ke rumah dinas Wakil Walikota Cilegon tidak lain untuk mengadukan nasibnya menyusul pelarangan berjualan di Kantor Pemerintahan Kota Cilegon.
Para pedagang datang sekitar pukul 16.47 WIB. Mereka yang datang diantaranya pedagang somay, es krim, es jeruk dan pedagang bakso. Kedatangan mereka langsung disambut Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta.
Pedagang somay, Rofidin mengaku jika dirinya tidak bisa berbuat banyak ketika tidak diperbolehkan berjualan di Kantor Walikota Cilegon. Ia bersama rekan pedagang lainnya diusir dan tidak diizinkan kembali berjualan di lingkungan kantor tempat kepala dan wakil kepala daerah Cilegon berkerja.
“Ada salah satu pamdal yang mengusir kami untuk tidak berjualan di lingkungan Kantor Walikota Cilegon. Katanya harus steril. Lah kalau steril, semestinya pedagang yang bawa-bawa mobil juga harus diusir juga. Ini mah malah pilih kasih. Masak hanya pedagang gerobak saja yang diusir,” kata Rofidin kepada Selatsunda.com.
Menurut Rofidin, ia bersama teman-teman pedagang yang lain sudah cukup lama berjulalan di lingkungan Kantor Pemkot Cilegon. Sebelum diusir, penghasilan dari hasil berjualan somay sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 500.000 Tetapi, dengan kejadian ini, penghasilanya turun dratis.
“Akibat dari kejadian ini, justru berkurang teh. Cuman Rp 250.000 itu pun keliling-keliling. Kalau di sini (Kantor Walikota Cilegon, lumayan aja,” keluh Rofidin.
Senada dengan Rofidin, Pedagang Bakso Pakde, mengaku kesulitan dengan kondisi saat ini. Di mana, dirinya sudah hampir puluhan tahun berjualan di Kantor Pemkot Cilegon.
“Sudah lama teh. Sekarang aja tambah susah. Saya bingung mau gimana lagi,” tuturnya.
Ia berharap, dengan datang mengadukan nasib ke Wakil Walikota Sanuji dapat memberi jalan keluar baginya dan para pedagang lainnya untuk tetap bisa kembali berjualan.
Saya mohon ada perhatian dari Pak Wali dan Pak Wakil agar kami bisa kembali berjualan kembali di sini. Minimal ada auning lah agar kami bisa jualan lagi,” pungkasnya. (Ully/Red)

