20.1 C
New York
Sabtu, Februari 28, 2026
BerandaPeristiwaPedagang Pasar Kranggot Tolak Rencana Revitalisi Pasar

Pedagang Pasar Kranggot Tolak Rencana Revitalisi Pasar

-

CILEGON, SSC – Sejumlah pedagang di Pasar Kranggot, menolak rencana pemerintah untuk melakukan revitalisasi pasar. Mereka beralasan, biaya tarif sewa kios atau los yang nanti akan dikenakan akan lebih tinggi dan hal itu sangat memberatkan.

Salah satu pedagang Blok A Pasar Kranggot, Heri menyatakan, kondisi ekonomi saat ini, sedang tidak menentu. Ia khawatir, jika ada revitalisasi maka nanti tarif akan naik. Hal itu tentu akan memberatkan pedagang.

“Kami sebenarnya sangat kesulitan memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari. Sebagian bahkan saya sendiri harus jadi ojek online, kekhawatiran terbesar adalah skema revitalisasi yang berujung pada keharusan pedagang menebus atau membayar sewa kios baru dengan harga tinggi. Jadi kami tetap menolak revitalisasi yang dilakukan oleh pemerintah,” kata Heri ditemui di Pasar Kranggot, Senin (23/6/2026).

“Kalau konsepnya pemerintah itu membantu dan tidak membebankan pedagang, itu baru namanya pemimpin. Sekarang untuk bertahan hidup saja susah, apalagi kalau nanti harus bayar sewa kios lagi,” sambungnya.

Senada dengan Heri, pedagang lainnya, Angga, juga mengaku sangat keberatan langkah Pemkot Cilegon merevitalisasi Pasar Kranggot. Saat ini kios di pasar terisi sebagaian pedagang. Sebagian los atau kios masih kosong.  Sebaiknya kata dia, yang ada saat ini diperbaiki saja. Dengan begitu pedagang masih bisa berjualan.

“Saat ini, kios di dalam pasar baru terisi sekitar 60 persen, sementara 40 persen sisanya masih kosong. Pembangunan gedung baru dianggap tidak efektif jika penyewa yang ada saja masih minim. Dengan hanya melakukan perbaikan (rehab), pedagang tetap bisa berjualan tanpa terbebani biaya bangunan baru, dan pemerintah tetap bisa menjalankan fungsinya memperbaiki fasilitas publik,” urainya.

Ia pun berharap aspirasi ini didengar langsung oleh Kepala Daerah. Prinsipnya, pedagang ingin perbaikan fasilitas yang bocor segera dilakukan tanpa perlu direhab.

“Pelan-pelan saja. Pemerintah nyaman, masyarakat pasar juga nyaman. Kami minta tolong, direhab saja, jangan direvitalisasi,” ujarnya.

Menanggapi penolakan pedagang, Walikota Cilegon, Robinsar beralasan revitalisasi ini dilakukan karena Pasar Kranggot semakin sembraut sehingga perlu dibenahi menyeluruh. Tak hanya itu, Pasar Kranggot hanya memberikan PAD yang kecil dengan kondisi pasar yang cukup luas.

“Kita tahu kondisinya semrawut dan kurang tertib. Karena itu, kita komunikasikan wacana revitalisasi total agar pasar bisa lebih tertata dan memberikan kontribusi lebih besar ke kas daerah,” jelas Robinsar.

Soal penolakan revitalisasi ini, Politisi Partai Golkar ini mengklaim karena ini baru pertemuan pertama dan ada hal-hal yang belum jelas.

“Prinsipnya, kita cari solusi terbaik untuk kebaikan bersama. Kalau dikelola dan dibangun baru, ditertibkan kembali, efeknya tentu lebih baik,” urai Robinsar.

Soal apakah pembayaran revitalisasi dibebankan kepada pedagang, Robinsar menyatakan akan menyampaikan secara detail dengan para pedagang.

“Nanti akan kita sampaikan. Bisa saja melalui KPBU atau kerja sama dengan pihak ketiga. Pedagang tetap akan dikenakan sewa seperti biasa, hanya pengelolaannya mungkin melalui pihak ketiga. Yang jelas, bangunannya akan lebih layak, bagus, dan rapi,” pungkas Robinsar. (Ully/Red)

Administrator
Administratorhttps://selatsunda.com
Selatsunda.com adalah portal berita yang menyajikan informasi terkini, baik peristiwa, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, maritim dan lifestyle di Banten maupun Nasional.
- Advertisment -DEWAN 2