
CILEGON, SSC – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Banjir Kota Cilegon mencatat ada 7 kecamatan dan 17 kelurahan yang terdampak bencana banjir di awal tahun 2026. Dari 7 kecamatan, yang paling terdampak bencana banjir adalah Kecamatan Cibeber. Di mana banjir mengakibatkan banyak TPT (Tembok Penahan Tanah) mengalami kerusakan.
“Kami sudah merekap data, kerusakan pasca banjir ini terjadi di 17 kelurahan dan 7 kecamatan minus Pulomerak. Saat ini tim sedang memfinalisasi data lapangan,” kata Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Asda II Setda Kota Cilegon, Tunggul Fernando Simanjuntak ditemui usai rapat Satgas Banjir yang digelar di Rumah Dinas Walikota Cilegon, Jumat (30/1/2026).
Tunggul menjelaskan, dari hasil pendataan bahwa kerusakan paling banyak didominasi oleh jebolnya TPT dan kerusakan rumah tidak layak huni (Rutilahu). Seperti yang terjadi di Kecamatan Cibeber, titik kerusakan terkonsentrasi di Kelurahan Karangasem, Kalitimbang dan Cibeber.
“Dari 17 kelurahan, Kelurahan Kelurahan Karangasem, Kalitimbang, dan Cibeber yang paling banyak kerusakannya,” ujarnya.
Untuk mempercepat pemulihan, sambung Tunggul, Walikota Cilegon, Robinsar, mengambil langkah dengan melakukan pergeseran anggaran internal pada Dinas Pekerjaan Umum Pekerjaan Umum (PUPR) Bidang Sumber Daya Air (SDA).
“Hari Selasa besok akan dirapatkan di bawah koordinasi Asda II untuk menentukan mana saja yang bisa digeser. Ini murni anggaran di internal Dinas PUPR Cilegon. Sebab, kita tidak ada anggaran atau anggaran tambahan untuk perbaikan ini. Semua anggaran bersumber dari anggaran pemeliharaan milik PUPR Cilegon agar tidak mengganggu kegiatan lain,” jelasnya.
Tunggul yang juga menjabat Kabag Eksbang Setda kota Cilegon, selain TPT, kerusakan yang terjadi, jembatan jebol dan rutilahu. Adapun untuk rutilahu, perbaikan rumah rusak akan disinergikan melalui Baznas, Dinas Perkim, dan program DPWKel. Untuk total kerugian, sambung Tunggul, saat ini pihaknya tengah melakukan penghitungan secara detail. Tim Dinas PUPR saat ini tengah melakukan pendataan dan perhitungan total keseluruhan.
“Rapat hari Selasa nanti akan menjadi penentu. Dinas PU akan mengekspose kebutuhan anggaran mereka. Jika masuk kategori pemeliharaan, perbaikan bisa segera diproses melalui bagian Barang dan Jasa (Barjas) setelah penginputan data selesai,” pungkas Tunggul. (Ully/Red)




