20.1 C
New York
Kamis, April 30, 2026
BerandaPeristiwaPemkot Cilegon Mulai Matangkan Lahan di TPSA Bagendung, Bangun Pabrik BBJP Baru...

Pemkot Cilegon Mulai Matangkan Lahan di TPSA Bagendung, Bangun Pabrik BBJP Baru Bantuan Bank Dunia

-

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon tengah menyiapkan lahan seluas 1 hektar untuk membangun pabrik baru di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung dalam memenuhi kapasitas produksi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP). Lahan yang digunakan untuk membangun pabrik dari bantuan Bank Dunia senilai Rp 100 miliar itu saat ini dalam proses akhir pematangan lahan.

Kepala Dinas Lingkunga Hidup (DLH) Kota Cilegon, Aziz Setia Ade mengatakan, pembangunan pabrik BBJP baru di TPSA Bagendung akan dibangun oleh Kementerian PURR yang didanai oleh Bank Dunia. Pemkot Sendiri untuk merealisasikannya menyiapkan lahan dibutuhkan. Saat ini, kata Aziz, sekitar 1 hektar lahan tengah disiapkan Pemkot untuk membangun pabrik tersebut. Di mana saat ini, prosesnya sedang dalam tahap pematangan lahan.

“Sesuai dengan yang diminta, kita menyiapkan 1 hektar, (lokasi pabrik) itu ada di lingkungan TPSA yang sudah dimiliki Pemkot Cilegon. Di sebelah utara, sedang berjalan pematangan atau cut and field tinggal sedikit lagi prosesnya. Yang sekarang ini sudah siap 8.000 meter persegi mungkin tinggal 2.000 meter persegi yang dimatangkan,” ungkapnya, Kamis (23/3/2023).

Aziz menyatakan, Pemkot untuk membangun pabrik baru bantuan Bank Dunia memang harus menyiapkan lahan. Manakala nanti pabrik akan mulai dibangun, lahan sudah tersedia.

“Kalau cut and fileld melalu kita, karena syaratnya tanahnya sudah harus celar and clean dan matang sehingga siap dibangun,” paparnya.

Untuk proses tahapan perencanaan pembangunan pabrik baru itu sendiri, kata Aziz, berada dibawah naungan Kementerian PUPR. Menurut informasi yang diterimanya, saat ini dalam proses tahap pengadaan jasa konsultan pembuatan Feasibility Studi (FS) dan Detai Enginerieeng Design (DED).

“Diawal minggu kemarin itu tahap proses pengadaan (lelang) jasa konsultan untuk FS dan DED-nya,” paparnya.

Nantinya, kata Aziz, jika FS dan DED rampung selanjutnya akan dilakukan proses lelang pembangunan konstruksi pabrik oleh Kementerian PUPR. Diperkirakan jika seluruh tahapan tersebut selesai, maka pabrik BBJP akan dibangun paling cepat pada Agustus tahun ini.

“Pembangunan pabrik paling cepat Agustus 2023. Karena kalau misalnya 3 bulan dari Mei, Juni, Juli untuk proses FS dan DED-nya, kemudian dilanjutkan lelang kontruksinya, kemungkinan Agustus baru bisa dilakukan proses konstruksi,” terangnya.

“Jadi proses pembangunan pabrik itu diselenggarakan oleh Kementerian. Kita, Cilegon hanya menerima bangunan dan peralatan. Untuk yang membangun itu semuanya dari Kementerian PUPR,” sambungnya.

Aziz menjelaskan, pabrik BBJP yang dibangun Kementerian PUPR itu berkasitas 200 ton perhari. Saat ini telah ada pabrik BBJP yang dikerjasamakan dengan PLN dengan kapasitas 30 ton perhari guna memenuhi kapasitas 2.000 ton perhari yang dibutuhkan Indonesia Power.

Pihaknya berharap, dengan dibangunnya pabrik baru dari dana Bank Dunia tersebut dapat memberi manfaat kepada Pemkot Cilegon serta tentunya memberdayakan masyarakat sekitar.

“Nanti kalau misalnya dari kementerian selesai (pembangunan pabrik) bisa menghasilkan 80 sampai 100 ton. Itu masih jauh kebutuhan yang bisa diterima Indonesia power sebanyak 2.000 ton sehari. Kita berharap bisa menyiapkan 100 ton sehari, dari Pabrik yang dibangun PLN dan Kementerian PUPR,” terangnya.

“Pada dasarnya, tujuannya Cilegon bisa zero sampah. Jangan sampai sampah ditimbun, perlu lahan, kita menyiapkan lahan baru. Malah dengan ini, kita dapat mengelola sampah dan memberdayakan masyarakat sekitar,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2