Wakil Walikota Serang, Subadri Ushuludin. (Foto Dok Selatsunda.com)

SERANG, SSC – Pemerintah Kota Serang belum memutuskan untuk mengeluarkan izin salat Tarawih bagi masyarakat Kota Serang pada bulan suci Ramadan ini.

“Nanti kita lihat, kita belum gelar rapat,” kata Wakil Walikota Serang, Subadri Ushuluddin kepada awak media ditemui di gedung DPRD Kota Serang, Senin (5/4/2021).

Menurut Subadri, salat Tarawih boleh saja dilaksanakan asalkan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Ia pun tidak ingin pelaksanaan Tarawih bisa menimbulkan sebaran covid-19 di Kota Serang.

“Kita juga tidak ingin ambil resiko. Bukan melarang Tarawih tapi mematuhi peraturan yang ada. Supaya mereka juga sehat,” jelasnya.

Mengenai potensi kerumunan pada saat buka puasa bersama, orang nomor dua di Kota Serang ini menegaskan bahwa kerumunan di masa pandemi telah diatur oleh Peraturan Walikota (Perwal) nomor 30 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan.

Baca juga  1,5 Tahun Corona, Belasan Ribu Karyawan di Kabupaten Serang Kena PHK dan Dirumahkan

“Sebenarnya aturan soal kerumunan sudah ada di dalam Perwal. Sepanjang buka bersamanya 5 orang dan menjaga jarak, saya rasa nggak masalah lah, Tarawih juga sama,” tegasnya.

Sementara, Ketua MUI Kota Serang, Mahmudi, mengaku pihaknya belum mendapatkan instruksi dari MUI pusat maupun MUI Provinsi Banten terkait pelaksanaan salat Tarawih. Namun apabila merujuk pada keputusan Dewan Masjid Indonesia, katanya, umat muslim tahun ini harus kembali memeriahkan masjid.

“Kalau dari Dewan Masjid pusat, untuk tahun ini yah seperti biasa saja. Jadi tidak ada lagi yang diliburkan. Ramaikan masjid namun jangan lupa untuk menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Dirinya pun berharap Ramadan tahun ini bisa melaksanakan salat Tarawih di masjid bersama umat. Karena saat ini kondisi sebaran Covid-19 sudah mulai mereda.

Baca juga  200 Balita di Merak Alami Gizi Buruk

Ia pun menghimbau agar masyarakat dapat benar-benar disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan jika nanti pelaksanaan salat Tarawih diizinkan oleh pemerintah.

“Iyah taraweh dilakukan dengan normal. Namun tetap harus menjaga protokol kesehatan. Tahun ini seruannya, kita ramaikan bulan suci Ramadan,” pungkasnya. (SSC-03/Red)