20.1 C
New York
Selasa, Februari 10, 2026
Beranda Peristiwa Perbaikan 16 TPT Rusak di Cilegon Akibat Banjir Ditarget Rampung 2 Bulan

Perbaikan 16 TPT Rusak di Cilegon Akibat Banjir Ditarget Rampung 2 Bulan

0
74
Plt Sekda Kota Cilegon, Aziz Setia Ade diwawancara. (Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mencatat ada 16 Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kota Cilegon yang rusak parah akibat bencana banjir yang terjadi awal Januari 2026 kemarin. Rencananya perbaikan 16 TPT rusak ini akan mulai dikerjakan pada pertengahan Febuari 2026 dan ditargetkan rampung selama 2 bulan.

Plt Sekda Kota Cilegon, A Aziz Setia Ade Putra menjelaskan, berdasarkan hasil rapat penanganan pasca banjir, tercatat ada 16 lokasi kerusakan dengan variasi tingkat kerusakan yang berbeda, salah satunya berada di wilayah Kecamatan Cibeber.

“Jadi dari laporan para lurah dan camat yang dikoordinasikan oleh Bagian Pemerintahan Setda Cilegon, ada 16 titik kerusakan akibat banjir.  Dan pihak Dinas PU saat ini tengah terjun langsung ke lapangan untuk menghitung volume kerusakan dan biaya yang dibutuhkan. Kami targetkan eksekusi perbaikan dimulai pada pertengahan Februari ini melalui sistem swakelola,” kata Aziz ditemui Rumah Dinas Walikota Cilegon, Senin (9/2/2026).

Aziz menjelalaskan, Pemkot Cilegon telah membuat skema penganggaran untuk memperbaiki 16 titik kerusakan insfrastruktur yang rusak. Yakni, dengan menggunakan anggaran pemeliharaan miliki Dinas PUPR atau menggunakan opsi menggunakan dana parsial.

“Jika hasil penghitungan menunjukkan biaya yang dibutuhkan melampaui anggaran reguler, Pemkot siap mendorong penggunaan anggaran secara parsial (perubahan anggaran mendahului) guna menutupi kekurangan anggaran dari perbaikan tersebut,” jelas Aziz.

Aziz pun menargetkan pekerjaan perbankan 16 TPT yang rusak ini rampung dikerjakan selama 2 bulan. Mengigat, skala kerusakan di 16 titik tersebut relatif sederhana. Dengan rata-rata panjang sekitar 3 meter per titik. Pemerintah optimis pengerjaan bisa rampung dalam waktu singkat.

“Jika dikerjakan secara paralel, satu hingga dua minggu saja sudah bisa selesai. Targetnya tahun ini semua titik tuntas,” ujar Aziz.

Penanganan banjir tidak hanya dilakukan di pemukiman warga, tetapi juga secara paralel di kawasan industri. Pemerintah melaporkan adanya progres positif dari pihak industri dalam mendukung normalisasi drainase.

“Kerja sama dengan industri terus berjalan. Saat ini sudah ada peningkatan dimensi saluran dan normalisasi di wilayah industri tersebut agar kapasitas aliran air lebih besar,” jelasnya.

“Dengan langkah cepat ini, konstruksi TPT yang rusak diharapkan kembali sedia kala sehingga fungsi drainase di Kota Cilegon kembali optimal. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk turut menjaga kebersihan saluran pasca perbaikan nanti agar aliran air tetap lancar,” pungkasnya. (Ully/Red)