CILEGON, SSC – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meruapakan partai ke-4 yang mendaftarkan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon.
Diketahui, sebanyak 40 orang telah didaftarkan menjadi bacaleg pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 nanti.
Ketua DPD PKS kota Cilegon, Amal Irfanuddin mengatakan, dari 40 bacaleg yang didaftarkan, sebanyak 15 orang dari perempuan dan 25 orang dari laki-laki. Diantara bacaleg yang didaftarkan, 18 orang diantaranya dari kaum milenial.
“PKS secara resmi sudah menyerahkan bakal calon anggota dewan dari PKS sebanyak 40 orang atau 100 persen yang terdiri dari 25 bacaleg laki-laki, dan 15 orang dari bacaleg perempuan. Dan 18 bacaleg dari kaum milenial,” kata Amal Irfanuddin kepada awak media usai ditemui di KPU Kota Cilegon,” Jumat (12/5/2023).
Ia menambahkan, 40 bacaleg yang didaftarkan di KPU Kota Cilegon, telah dinyatakan telah memenuhi syarat presentasi DCT (Daftar Caleg Tetap) perempuan.
“Dan alhamdullilah tadi sudah di verifikasi oleh KPU Cilegon, maka DCT dari PKS telah dinyatakan dan diterima dan telah memenuhi syarat,” tambah Amal.
Senada dengan Amal, Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) PKS Kota Cilegon Nurrotul Uyun mengatakan, sebanyak 18 orang yang didaftar menjadi bacaleg merupakan anak-anak muda. Dengan kehadiran anak-anak muda bisa menjadi sumbangasih atau upaya dari PKS sebagai partai politik yang akan ikut dalam kontestasi Pemilu Legislatif tanggal 14 Febuari 2024 nanti.
“Insa Allah kami bersama-sama berjuang dan untuj mencerdaskan politik untuk masyarakat Cilegon dan bakal calon legislatif agar bisa lebih maksimal untuk bekerja dengaj baik. Dan mudah-mudahan apa yang kami bisa lakukan bisa memberikan kontribusi untuk masyarakat Kota Cilegon,” ujar Uyun.
Uyun yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Cilegon ini pun mengungkapkan, alasan banyaknya kaum milenial mendaftar sebagai bacaleg di DPRD Kota Cilegon. Karena keberadaan kaum milenial tersebut bisa bersama-sama mencerdaskan anak bangsa khususnya pada kegiatan politik.
“Kira bisa ajak mereka untuk mengenalkan ke masyarakat terkait kegiatan politik Serta bisa memberi ruang yang sama agar apa yang menjadi pemikiran anak muda terbadap politik bisa menjadi sebuah pemikiran yang bisa berkontribusi yang positif bagi masyarakat,” pungkas Uyun. (Ully/Red)

