CILEGON, SSC – Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta kembali akan melakukan rotasi, mutasi dan promosi ASN besar-besaran. Informasinya, pada rencana tersebut ada sekitar tiga ratusan lebih ASN yang bakal digeser.
Kepala Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemkot Cilegon Ahmad Jubaedi mengatakan, rotasi, mutasi dan promosi ASN pada level eselon III dan IV telah lama diminta oleh kepala daerah untuk dipersiapkan. Secara berangsur hal itu telah di lakukan. Kali ini dari instruksi yang disampaikan Sekda Cilegon, Maman Maulidin, rencana pergeseran ASN kembali bergulir dan skemanya sedang disiapkan pihaknya.
Jubaedi menyatakan, rotasi, mutasi dan promosi kali ini mempertimbangkan berbagai hal. Diantaranya, pertama rotasi, mutasi dan promosi jabatan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi.
“Misalnya di kelurahan, ada ASN yang sudah lima tahun keatas menjabat, dia akan dimutasikan. Kemudian kalau mungkin dia ada prestasi, dipromosikan, diberi prioritas. Kalau sudah 10 tahun semisalnya eselon IVB ke IVA, kita carikan tempatnya,” ujarnya.
Pertimbangan lain menyangkut adanya perubahan nomenklatur OPD. Sejak adanya aturan baru dari Kemendagri dan Kemenpan RB, kata Jubaedi, daerah diminta untuk menyederhanakan birokrasi. Pemkot sudah mengikuti aturan tersebut dengan menerbitkan Perda Kota Cilegon Nomor 1 Tahun 2022 tentang Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dengan adanya peraturan itu, Pemkot sebelumnya telah mengukuhkan sebagian ASN dengan nomenklatur baru.
Ia mengungkapkan, sesungguhnya tidak ada satu jabatan diisi dua pejabat. Melihat pengukuhan yang dilakukan sebelumnya, kata Jubaedi, memang ada yang tidak dikukuhkan karena tergolong dalam nomenklatur lama. Nah untuk sebagian yang dalam jabatan nomenklatur lama, kata Jubaedi akan dikukuhkan pada rotasi mutasi kali ini dengan nomenklatur baru.
“Kemarin kan ada dua, promosi dan pengukuhan untuk nomenklatur OPD yang dilikuidasi. Jadi nanti diselesaikan semuanya,” terangnya.
“Sesungguhnya tidak ada satu posisi, dua orang. Hanya saja yang kemarin dilantik itu ada dengan nomenklatur baru, nah nanti tinggal orang lama yang tidak terotasi, menyesuaikan nomenklatur baru. Dikukuhkan kembali karena sudah ada uraian tugas yang baru,” sambungnya.
Rotasi mutasi, lanjutnya juga mempertimbangkan hal lain yakni pengisian jabatan yang selama ini terjadi kekosongan.
“Mutasi ini ada juga terkait kekosongan jabatan. Semisalnya di level seksi di kelurahan, ada yang kosong, itu diisi. Kemudian ada juga diisi karena ada yang meninggal dunia,” terang dia.
Ia memperkirakan, dengan rotasi, mutasi dan promosi serta pengukuhan menyesuaikan nomenklatur baru, ASN yang digeser sekitar tiga ratusan lebih.
“Kalau dengan pengukuhan hampir lebih 300-an. Karena semua OPD kan. Terkecuali kecamatan, kelurahan. Kecamatan kelurahan lebih kepada pada pengisian kekosongan atau yang mutasi,” bebernya.
Kemungkinan kata Jubaedi dengan menyesuaikan jadwal agenda kepala daerah, persiapan ini akan dibahas pekan depan. Sehingga diharapkan rotasi mutasi dan promosi sudah selesai dilaksanakan paling lambat Juni mendatang.
“Berharap secepatnya. Minggu depan mudah-mudahan bisa di bahas bersama pak Wali, pak Wakil dan Baperjakat. Sehingga Juni sudah bisa selesai semua,” harapnya. (Ronald/Red)

