CILEGON, SSC – SDN Masigit I, Kota Cilegon kembali kebanjiran. Hari ini, Senin (20/1/2025), sekolah yang berlokasi di Jalan Pangeran Jayakarta, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang ini terendam banjir luapan air hujan dari sungai di dekat sekolah tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)Kota Cilegon, Suhendi mengaku, pihaknya telah melakukan antisipasi banjir di sekolah tersebut telah menurunkan mesin pompa air. Namun saat mesin difungsikan kebingungan membuang air banjir yang disedot.
Menurutnya, tidak ada tempat untuk dijadikan lokasi pembuangan air hujan yang disedot. Karena pasalnya, jika air tersebut dibuang ke sungai maka air hasil penyedotan akan kembali masuk ke sekolah maupun pemukiman warga.
“Kita sudah coba membawa mesin alkon (penyedotan) tapi di sekitar sekolah lebih tinggi dibandingkan sekolahnya. Kalaupun di sedot juga kembali juga ke sekolah lagi. Karena posisi sekolah lebih rendah dari jalan dan dari sungai juga rendah. Kalau pun nanti disedot, nanti ketika dibuang ke sungai otomatis akan masuk lagi ke sekolah,” kata Suhendi kepada Selatsunda.com ditemui SD Masigit I.
Mantan Sekretaris Dindikbud Kota Cilegon juga mengungkapkan, untuk saat ini kondisi SD Masigit I ketinggiannya lebih rendah dari sungai sehingga perlu ada peninggian sekolah baik halaman maupun ruang kelas.
“Saya merekomendasikan ke Dinas Pekerjaan Umum agar melakukan pengerukan sungai dan peninggian sekolah karena banjir di sekolah ini disebabkan sungai yang meluap akibat pendangkalan, ditambah letak sekolah lebih rendah dari sungai,” ujar Suhendi.
Diberitakan sebelumnya, Banjir yang menimpa SDN Masigit I di Jalan Pangeran Jayakarta, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon membuat sejumlah orangtua mempertanyakan keseriusan Pemkot Cilegon. Sebab, setiap hujan sekolah tersebut banjir sehingga membuat para siswa kembali belajar di rumah. (Ully/Red)

