20.1 C
New York
Jumat, Mei 1, 2026
BerandaPeristiwaSejumlah Politikus Masuk Radar Golkar, Berpotensi Dampingi Robinsar di Pilkada Cilegon

Sejumlah Politikus Masuk Radar Golkar, Berpotensi Dampingi Robinsar di Pilkada Cilegon

-

CILEGON, SSC – Sejumlah politikus di Kota Cilegon digadang-gadang berpotensi menjadi pasangan Bakal Calon Walikota Cilegon dari Partai Golkar, Robinsar untuk maju di Pilkada Kota Cilegon 2024. Nama-nama politikus yang diperbincangkan publik diantaranya, Politikus Partai Demokrat, Andi Dian Putra, Politikus PDIP, Rindu Maelani, Politikus PAN yang juga Anggota DPRD Cilegon, Anugrah Chaerullah.

Mengenai hal ini, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Cilegon, Ratu Ati Marliati mengatakan, saat ini Golkar tengah menggodok nama-nama bakal calon wakil walikota Cilegon untuk mendampingi Robinsar.

“Sebenarnya sah-sah saja nama-nama muncul karena dari awal banyak, malah bukan hanya Mba Rindu, Irul (Anugrah Chaerullah) malah Bu Amel (Anggota DPRD Banten Terpilih) muncul juga. Jadi kita semua sedang berproses, nama-namanya memang sudah ada di kita, hanya tinggal mengerucut sejauh mana nanti kita sandingkan. Karena bagaimanapun juga berbagai pertimbangan itu menjadi faktor untuk meraih kemenangan,” ungkap Ati dikonfirmasi, Selasa (23/7/2024).

Golkar Cilegon, kata Ati, prinsipnya selalu terbuka komunikasi dengan siapa saja. Untuk tujuan kemenangan Pilkada, tentu Golkar selalu membuka komunikasi untuk berkoalisi.

Terkait nama-nama yang beredar bakal mendampingi Robinsar masih terus digodok Golkar. Nantinya tetap akan ada satu nama yang akan mendampingi Robinsar.

“Makanya pasangannya harus betul-betul bisa mengangkat secara paripurna, bukan hanya popularitas saja tetapi elektabilitas dan lain sebagainya,” ucap Ati.

Ati mengaku optimis Golkar dapat bertarung di Pilkada Cilegon. Meski diketahui saat ini, sejumlah partai politik telah berkoalisi dan mengusung bakal calon walikota dan wakil walikota Cilegon masing-masing.

Sebenarnya Golkar dengan 8 kursi di DPRD Cilegon sudah dapat mengajukan calon kepala daerah. Namun tetap Golkar sebagai partai yang demokrasi perlu bekerja sama dengan parpol lainnya.

“Kalau kita selalu optimis. Bahkan kalau ada rumor berkembang, Golkar ketinggalan kereta, kita sudah punya kereta sendiri sebenarnya.  Kalaupun tidak berkoalisi pun, kita sudah bisa mencalonkan. Tapi karena kita partai yang demokrasi, untuk bisa menerima dari manapun, buat kita tidak ada masalah. Namanya orang berpasangan dari siapapun, itu hak partai masing-masing,” tuturnya.

Yang terpenting, kata Ati, Golkar Cilegon dalam menentukan calon walikota dan wakil walikota Cilegon tetap mengikuti mekanisme partai.

“Yang penting aturan mekanisme siapa yang mencalonkan diri, semua harus dipakai. Siapapun yang mencalonkan sebagai walikota, berpasangan dengan siapapun, aturannya dipakai. Kalau aturan dipakai, insya Allah tidak timbul masalah. Kalau Golkar tidak akan menanggapi hal yang tidak perlu ditanggapi, lebih baik kita konsentrasi pada proses pemenangan,” terangnya.

Kembali kata Ati, saat ini nama-nama pendamping Robinsar masih digodok di internal. Saatnya nanti akan disampaikan kepada publik.

“Insya allah Juli ini, saat pendaftaran sudah pasti ada pasangannya,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2