SERANG, SSC – Proses persalinan bagi banyak calon ibu kerap identik dengan rasa sakit dan ketegangan. Bahkan tak jarang, kekhawatiran itu muncul jauh sebelum hari kelahiran tiba.
Tak perlu khawatir, seiring kemajuan teknologi medis, kini proses melahirkan dapat dilakukan dengan lebih nyaman dan tetap aman bagi ibu maupun bayi.
Adalah metode Injeksi Lumbal Analgesia (ILA) yang dapat mengurangi rasa nyeri saat persalinan. Teknik pengurang nyeri ini memungkinkan ibu tetap sadar, rileks, dan aktif selama proses persalinan berlangsung.
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Bethsaida Hospital Serang, dr. Heika NS, M.Ked (OG), SpOG mengatakan, metode ILA merupakan salah satu bentuk pain relief yang membantu ibu mengatasi rasa nyeri. Metode ini tidak mengganggu proses alami persalinan.
“ILA bekerja dengan memberikan obat analgesik di area tulang belakang bagian bawah (lumbal) melalui suntikan halus yang dilakukan oleh dokter anestesi. Efeknya membuat ibu tetap sadar dan mampu mengejan dengan baik, namun rasa nyeri yang biasanya intens saat kontraksi menjadi jauh lebih ringan,” ujar dr. Heika dalam keterangan tertulisnya yang diterima Selatsunda.com, Rabu (26/11/2025).
dr. Heika mengungkapkan, proses melahirkan dengan metode ini dapat berlangsung lebih tenang dan minim stres. Ibu dapat tetap berpartisipasi aktif, mendengar arahan dokter, bahkan menikmati momen pertama mendengar tangisan sang buah hati tanpa rasa nyeri berlebihan.
Tidak hanya dapat mengurangi rasa sakit, ILA juga memiliki manfaat medis penting. Seperti membantu menjaga tekanan darah tetap stabil selama proses persalinan. Mengurangi stres fisiologis dan psikologis yang berlebihan pada ibu. Kemudia metode ILA juga membantu ibu lebih fokus dan rileks, sehingga kontraksi dan proses mengejan dapat berjalan efektif.
“Yang paling penting, metode ini tidak mempengaruhi kesadaran ibu dan aman bagi bayi. Karena dosis obat yang diberikan sudah diatur secara ketat dan dipantau langsung oleh tim dokter,” tuturnya.
dr. Heika menjelaskan, banyak calon ibu masih menyamakan ILA dengan epidural analgesia. Padahal keduanya berbeda. Menurutnya, ILA umumnya lebih sederhana, tidak membutuhkan pemasangan kateter khusus, dan efeknya bisa dirasakan lebih cepat. Selain itu, ibu tetap memiliki kendali penuh terhadap gerakan tubuh dan dapat mengejan secara aktif hal yang penting dalam persalinan normal.
“ILA bukan berarti melahirkan tanpa rasa sama sekali, tetapi membuat rasa sakit menjadi lebih ringan dan dapat ditoleransi. Tujuan kami adalah membantu ibu melahirkan dengan aman dan penuh pengalaman positif,” terang dr. Heika.
Sementara, Direktur Bethsaida Hospital Serang dr. Tirtamulya mengungkapkan, metode ILA di Bethsaida Hospital Serang menjadi bagian dari layanan persalinan modern dan humanis. Di mana kenyamanan ibu hingga keselamatan ibu dan bayi menjadi prioritas utama.
dr. Tirtamulya menjelaskan, seluruh proses dilakukan oleh tim profesional yang terdiri dari dokter spesialis kandungan, dokter anestesi, bidan berpengalaman. Proses persalinan kini dapat dijalani dengan lebih nyaman tanpa kehilangan makna indah di dalamnya.
“Kami ingin setiap ibu merasa aman, tenang, dan didukung sepenuhnya selama proses persalinan. Metode ILA menjadi salah satu bentuk inovasi layanan kami untuk menciptakan pengalaman melahirkan yang lebih nyaman dan bermakna,” tutup dr. Tirtamulya. (Ronald/Red)





