20.1 C
New York
Selasa, Februari 10, 2026
Beranda Peristiwa Tekan Pengangguran, Generasi Muda di Cilegon Diajak Jadi Entrepreneur

Tekan Pengangguran, Generasi Muda di Cilegon Diajak Jadi Entrepreneur

0
69
Barista tengah membuat kopi di salah satu kedai kopi di Kota Cilegon. (Foto Dok Ronald/Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon Sri Widayati  mengajak generasi muda di Kota Cilegon untuk  ikut membuka lapangan kerja dengan menjadi entrepreneur (wirausahawan). Ini dilakukan agar mengurangi angka pengangguran di Kota Cilegon.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, angka Pengangguran Terbuka (TPT) di Cilegon mencapai 7,41 persen, naik dari 6,08 persen pada periode yang sama tahun 2024.

“Kami (Disnaker Cilegon) akan berkoordinasi dengan OPD terkait (Disperindag dan Dinas Koperasi). Semestinya kerja itu tidak harus bekerja ke perushaan. Jadi , kalau bisa dengan menjadi interprenur,” kata Sri ditemui di kantornya, Senin (9/1/2026).

Menurut Sri, hingga saat ini masih banyak generasi muda belum tertarik menjadi pengusaha atau interpreneur. Mereka masih berkeinginan bekerja di perusahaan besar dengan skill yang belum cukup.

“Di Cilegon ini kan banyak bermunculan kafe. Kafe disana kebanyak anak-anak gen z. Jadi nanti kami tawarkan agar merek bisa menjadi barista. Memang tugas berat untuk kita dalam mengajak para gen z ini untuk berwirausaha. Disnaker tidak bisa bekerja sendiri. Tentu dengan pola yang kami siapkan dengan Disnaker dan Dinas Koperasi harus seperti apa,” ujar Sri.

Selain enterpreneur, sambung Sri, pihaknya juga akan berupaya untuk mengirim tenaga kerja ke luar negeri melalui jalur formal. Disnaker Cilegon tengah menjalin komunikasi intensif dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), salah satunya yang berada di wilayah Ciwandan.

“Kami berharap LPK semakin banyak menyerap tenaga kerja untuk ditempatkan di luar negeri. Ini menjadi solusi konkret di tengah keterbatasan daya tampung industri lokal,” ujarnya.

Untuk meningkatkan skill para pencaker, Disnaker Cilegon akan melakukan “jemput bola” terkait anggaran dan teknologi pelatihan baik jemput bola ke provinsi maupun ke pusat.

“Disnaker akan melakukan terobosan dengan mencari bantuan dari APBD Provinsi Banten. Dalam waktu dekat juga, kami akan melakukan stundi banding ke BLK Tangerang untuk mempelajari kurikulum pelatihan berbasis teknologi baru yang nantinya bisa diadopsi di Cilegon serta kerja sama dengan APINDO dan Forum HRD akan semakin dipererat untuk memastikan industri di Cilegon memberikan peluang lebih besar bagi masyarakat lokal. (Ully/Red)