Tim Bappedalitbang Cilegoj melakukan pendampingan inovasi di salah satu kelurahan di Kota Cilegon, Rabu (23/8/2023). Foto Istimewa

CILEGON, SSC – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pembangunan atau Bappeda Litbang Kota Cilegon telah menurunkan tim monitoring untuk menginventarisasi inovasi perangkat daerah Kota Cilegon termasuk di tingkat kelurahan. Dari hasil monitoring tersebut, ada perangkat kelurahan yang telah berinovasi dan sebagian lainnya belum melakukan inovasi.

Kabid Penelitian dan Pengembangan pada Bappeda Kota Cilegon, Rina Fatwa Aulia mengaku, dari 43 kelurahan di Kota Cilegon, terdapat 19 kelurahan yang telah menciptakan inovasi baru. Sementara sebagian lainnya belum berinovasi.

Rina mengungkapkan, dari hasil tersebut  seluruh perangkat kelurahan semestinya sudah melakukan inovasi. Karena pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk setiap kelurahan sebesar Rp 50 juta dari anggaran DPWKel.

“Tidak hanya 24 kelurahan yang inovasinya belum berjalan tetapi, ada 2 kelurahan yang sama sekali tidak memiliki inovasi. Kita sempat tanyakan kepada mereka alasan belum berinovasi. Mereka beralasan karena pergantian jabatan Kasi PPM sehingga inovasi tersebut tidak berjalan hingga tidak ada,” kata Rina kepada Selatsunda.com,” Rabu (23/8/2023).

Baca juga  Pansus Raperda RPJPD Bedah Total Pembangunan Kota Cilegon di 2025-2045

Kata Rina, program pengembangan inovasi yang diperuntukan kepada perangkat daerah ini telah ditekankan oleh Walikota Cilegon, Helldy Agustian. Di mana Walikota Helldy meminta agar Kota Cilegon memiliki 100 inovasi yang tersebar di setiap OPD, kecamatan dan kelurahan. Sehingga 100 inovasi ini bisa diluncurkan secara langsung. Tetapi karena masih ada belum berinovasi, peluncuran inovasi  belum dapat dilakukan.

“Di tahun ini saja baru 57 inovasi dari para pejabat eselon II. Tetapi dari kelurahan belum ada inovasinya. Otomatis di bulan ini tidak ada launching inovasi. Karena kondisi tersebut, akhirnya, kami (Tim Bappeda Litbang) kembali membuat skema baru dengan melakukan pendampingan agar inovasi tersebut bisa terealisasi,” ujar Rina.

Baca juga  Tiga Pelaku Narkoba Antar Pulau Ditangkap Polisi Cilegon, 2 Kilogram Sabu Diamankan

Bagi kelurahan yang sudah membuat uraian belanja namun belum memiliki inovasi, sambung Rina, pihaknya menyarankan agar pejabat di kelurahan untuk kembali membuat usulan rincian perubahan anggaran kembali.

“Di anggaran perubahan 2023, kami tidak mengarahkan mereka mengajukan kembali anggaran tambahan. Tapi kami sarankan untuk membuat usulan rincian perubahan anggaran sambung Rina.

Untuk itu, Rina pun meminta komitmen dari setiap kelurahan untuk bertanggung jawab menciptakan inovasi di lingkungannya.

“Komitmen mereka seperti apa, karena kita ingin Cilegon memiliki banyak inovasi,” pungkasnya. (Ully/Red)