Walikota Cilegon, Helldy Agustian melepas 50 warga Cilegon ke Malaysia untuk bekerja sebagai TKI, Selasa (24/1/2023). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Walikota Cilegon, Helldy Agustian resmi memberangkatkan 50 warga Cilegon untuk menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau pekerja migran ke Malaysia. Hal ini terkuak dalam Apel Pelepasan Tenaga Migran Indonesia di Kantor Walikota Cilegon, pagi tadi.

Kelima puluh warga yang diberangkatkan menjadi TKI ini, terdiri dari 11 laki-laki dan 39 perempuan. Para pekerja ini berangkat ke Malaysia untuk bekerja di sektor formal.

Walikota Cilegon, Helldy Agustian mengatakan, pelepasan warga Cilegon untuk bekerja di luar negeri ini baru pertama kalinya dilaksanakan usai digelarnya Momerandum Of Understanding (MoU) antara Kota Cilegon dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

“Untuk di Banten, ini yang pertama kali laksanakan. Saya merasa bangga, adik-adik kita ini mempunyai keberanian untuk menjadi pekerja migran di Malaysia. Dengan begitu, menandakan bawa warga Cilegon mempunyai kualitas yang luar biasa,” kata Helldy kepada awak media usai pelepasan, Senin (24/1/2023).

Baca juga  Berniat Tambah Saham di BJB, Pemkot Cilegon Akan Ajukan Revisi Perda Penyertaan Modal

Helldy menambahkan, pekerja migran Indonesia merupakan pahlawan devisa yang diharapkan dapat melakukan transfer pengetahuan, ilmu dan pengalaman untuk kemajuan Indonesia, termasuk Kota Cilegon.

“Para pekerja migran ini perlu untuk menyalurkan hal – hal positif yang didapat dari bekerja di luar negeri,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas atau Plt Kepala BP3MI Banten Dharma Saputra menuturkan, sebanyak 12.000 pekerja migran sektor formal yang sudah diberangkatkan untuk bekerja di luar negeri sejak 2022.

Untuk warga Banten masih dibawah 1.000, untuk tahun 2023 akan ada kuota target 3.000 warga Banten yang diharapkan bisa diberangkatkan.

“Semuanya sektor formal yang berangkat. Karena memang kami sediakan sektor formal. Itu langsung dari user penyedia tenaga kerja, baik pabrik, industri dan perkebunan,” ujarnya.

Baca juga  Revitalisasi Pasar Kranggot, Pemkot Cilegon Bangun Kerja sama Pemanfaatan dengan Swasta

Diakui Dharma, Kota Cilegon yang memiliki banyak industri, tentu mampu memenuhi kuota warganya bekerja di luar negeri.

“Cilegon ini potensial. Terutama calon pekerjanya cukup punya kemampuan dalam sektor formal,” jelasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Kota Cilegon Panca Nugrah Setianto Widodo menjelaskan bahwa 50 calon pekerja imigran itu merupakan warga asli Kota Cilegon.

“Mereka akan bekerja selama 2 tahun di Malaysia. “Sesuai arahan pak wali kota, kami berupaya keras untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama mereka yang ingin bekerja, baik didalam negeri maupun di Kota Cilegon,” pungkasnya. (Ully/Red)