
PANDEGLANG, SSC – Kepergian Surakman, Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Speedboat Arupadhatu 1 meninggalkan kenangan bagi warga.
Salah satu warga yang berjualan di Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, tempat mendiang tinggal, Maman mengungkapkan, Surakman adalah sosok yang baik.
Maman menceritakan Surakman kerap mampir di tempatnya berjualan untuk membeli siomay.
“Beliau sering mampir disini, sambil gendong cucunya, kadang beli siomay,” ujar Maman, Kamis (24/9/2026).

Dimata Maman, Surakman adalah sosok yang dikenal bekerja sebagai pelaut. Maman masih mengingat sehari sebelum Surakman dan 7 orang dinyatakan hilang di Perairan Selat Sunda, masih mampir ke warungnya.
“Pokoknya hari terakhir, kayaknya hari Minggu (6/9/2026) masih ketemu saya, hari Senin-(7/9/2026)-nya ke sana (Gunung Anak Krakatau). Hari Minggu masih makan disini, makan siomay,” ucapnya.
Maman bercerita, Surakman sudah dikenal lama sebagai pelaut. Ia sudah mengenal mendiang sejak berjualan.
“(Kenal) Beliau lama, saya sejak berjualan di sini 10 tahun, sudah bekerja sebagai pelaut,” ucapnya.
Maman mengaku sangat kaget mengetahui Surakman bersama dua kru kapal Arupadhatu 1 dinyatakan hilang kontak saat mengantarkan rombongan jurnalis saat Peliputan Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026. Adanya peristiwa itu, seluruh warga ikut melakukan pencarian.
“Semua pada panik dan ikut mencari, ikut kepikiran, namanya juga warga sendiri,” ungkapnya.
Pada pemberitaan sebelumnya, kedatangan jenazah Surakman disambut isak tangis keluarga, kerabat serta masyarakat saat di Masjid Jami Al Khusaeni, Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Kamis (24/9/2026). Surakman merupakan ABK Kapal Speedboat Arupadhatu 1 yang hilang membawa jurnalis saat peliputan ke Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026 lalu.
Jenazah Surakman yang dibawa oleh Ambulans RS Bhayangkara Polda Banten tiba di Masjid Jami Al Khusaeni sekitar pukul 10.30 WIB. Saat tiba, jenazah langsung diangkat oleh keluarga dan warga dan dibawa ke dalam masjid. Tampak isak tangis keluarga dan masyarakat, pecah.
Jenazah kemudian dishalatkan oleh keluarga dan warga setempat. Usai dishalatkan, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Banten kemudian menyerahkan jenazah Surakman kepada keluarga.
“Hari ini kami menyerahkan jenazah salah satu korban dari delapan yang hilang di Perairan Selat Sunda. Yang kemarin saat press conference oleh Bapak Kapolda Banten telah dinyatakan terindentifikasi berdasarkan bukti dna atas nama Almarhum Bapak Surakman,” ujar Kabiddokes Polda Banten, Kombes Pol I Gusti Gede Dharma Arimbawa.
Kabiddokkes menyatakan, sebelum diserahkan, jenazah dijemput di Bandar Soekarno Hatta. Biddokkes Polda Banten menerima jenazah dari Biddokkes Polda Bengkulu.
“Kami siang ini, kami menyerahkan kepada pihak keluarga. Sebelumnya kami menyampaikan turut berduka cita kepada keluarhga almarhum. Semoga arwah almarhum diterima disisi Allah SWT,” ujarnya.
Usai penyerahan, jenazah kemudian dihantarkan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ki Demang, Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi.
Anak Alamarhum Surakman, Yayat menyampaikan terima kepada semua pihak terkait yang telah membantu dari mulai pencarian, penemuan sampai penguburan almarhum ayahandanya.
“Dari wartawan yang selalu memberikan informasi, terus mengawal, saya ucapkan terima kasih. Dan untuk almarhum ayah saya diterima Allah SWT, ditempatkan yang layak, tempat yang penuh rahmat dan magfirah Allah SWT,” ujar Yayat.
Yayat juga mengharapkan agar dua kru kapal lainnya dan lima jurnalis dapat ditemukan.
“Mudah-mudahan dua ABK dan lima jurnalis yang belum ditemukan, mudah-mudahan dapat cepat ditemukan. Semoga nggak ada apapun, ditemukan dalam keadaan selamat. Apapun itu kita serahkan kepada Alllah dan keluarga berdoa juga,” harapnya. (Ronald/Red)




