20.1 C
New York
Kamis, April 16, 2026
BerandaPeristiwa20 Pejabat Eselon II di Kota Cilegon Bakal Jalani Assesment di Bali

20 Pejabat Eselon II di Kota Cilegon Bakal Jalani Assesment di Bali

-

CILEGON, Selatsunda.com – Sebanyak 20 pejabat eselon II di Lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon akan menjalani Uji Kopentensi Assesment di UPTD Penilaian Kopetensi Pegawai BKP SDM (Sumber Daya Manusia) Wilayah Timur, Provinsi Bali, Minggu, 23 Oktober 2022.

Undangan kompetensi assesment bagi pejabat eselon II ini tertuang dalam (SE) (Surat Edaran) Walikota Nomor 090/1853/BKPSDm. Kota Cilegon yang langsung ditandatangani Walikota Cilegon, Helldy Agustian.

Puluhan pejabat eselon II yang mengikuti kompetensi assesmen diantaranya, Asisten I pada Setda Kota Cilegon, Tatang Muhtadi, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Azis Setia Ade, Asisten III pada Setda Kota Cilegon, Dikrie Maulawardhana, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Cilegon, Bambang Hario Bintan, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Cilegon, Heni Anita Susila, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Cilegon, Syafrudin.

Dikonfirmasi, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cilegon Achmad Jubaedi tak memungkirinya. Kompetensi assessment dilakukan, kata Jubaedi untuk mengetahui sejauh mana kepala OPD tersebut dalam menggali potensi di OPD yang di tempati selama ini.

“Terakhir assesment itu dilakukan pada 2019 silam. Kalau berbicara aturan, semestinya, assesment ini dilakukan 3 tahun sekali seorang pejabat melakukan kompetensi assesment,” ujarnya, Kamis (29/9/2022).

Ia menjelaskan, assesment ini dilakukan sebagai dasar seorang kepala daerah untuk melakukan rotasi mutasi pejabat sesuai dengan kemampuan pejabat tersebut.

“Jadi kalau sudah ada hasil assesment bisa dijadikan dasar kepala daerah dalam menempatkan pegawai. Hasil dari assesment jadi acuan menempatkan pegawai,” ujarnya.

Jubaedi menambahkan, assesment hanya dilakukan terhadap pejabat yang tiga tahun lalu melakukan assesment. Sementara, sebanyak 5 pejabat eselon II yang baru dilantik pada tahun ini tidak ikut lantaran sudah menjalani assesment saat naik menjadi eselon II.

“Pejabat yang akan pensiun di Tahun 2022 ini juga tidak ikut assesment,” terangnya.

Selain pejabat eselon II, kata Jubaedi, sekitar 40 pejabat eselon III juga akan mengikuti assesment di LAN Bandung. “Eselon III juga assesment tahun ini tetapi di Bandung,” pungkasnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen