20.1 C
New York
Rabu, Mei 6, 2026
Beranda Peristiwa 25 Tahun Petani Panggung Rawi Beli Air, Kini Berkat Pipanisasi TMMD Ke-128,...

25 Tahun Petani Panggung Rawi Beli Air, Kini Berkat Pipanisasi TMMD Ke-128, Persawahan Teraliri Gratis

0
36
Dandim Kota Cilegon, Letkol Inf. Imam Buchori dan Wali Kota Cilegon, Robinsar meninjau peresmian pembangunan pipanisasi di Lingkungan Sukalila, Kelurahan Panggung Rawi, Kedamatan Jombang, Rabu (6/5/2026). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kesulitan petani di Lingkungan Sukalila, Keluran Panggung Rawi, Kecamatan Jombang Kota Cilegon dalam mendapatkan air untuk mengairi sawah mereka sudah tidak lagi dirasakan. Bila sebelumnya petani dalam mengairi persawahan harus membeli air, namun saat ini gratis karena sudah terbangun pipanisasi.

Pipanisasi yang dibangun oleh Kodim 0623 Kota Cilegon merupakan salah satu bagian dari Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Ke-128. Pipanisasi dibangun sepanjang 1 kilometer.

Tepat di Persawahan di Lingkungan Sukalila, program pipanisasi diresmikan, Rabu (6/5/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut, Dandim Kota Cilegon, Letkol Inf. Imam Buchori, Wali Kota Cilegon, Robinsar dan kelompok tani.

Dandim Kota Cilegon, Letkol Inf. Imam Buchori mengatakan, pembangunan pipanisasi yang diresmikan ini merupakan bagian dari TMMD. Dimana pipa dibangun sepanjang 1 kilometer untuk mengairi sawah seluah 100 hektar.

Dandim menyatakan, pengairan dengan pipanisasi tersebut membantu tiga kelompok tani yakni Adem Ayem, Adem Pikir dan Samandaran.

Dahulu, kata Dandim, ketiga poktan ini terkendala dengan air. Namun saat ini mereka tidak lagi kesulitan karena sudah dibangun pipanisasi.

“Dengan adanya pipanisasi ini, alhamdulillah, kita bisa membantu petani untuk meningkatkan hasil panen. Dan yang paling penting, dengan tidak membeli air, itu akan mereduksi  operasional dari petani dan otomatis akan meningkatkan kesejahteraan para petani,” ujar Dandim kepada media.

Saat ini, kata Dandim, masyarakat tidak perlu lagi membeli air. Program ini sangat disambut baik oleh poktan.

“Akhirnya, 25 tahun itu sudah terbayar hari ini. Jadi musim kemarau dan lain sebagainya, kita tidak perlu khawatir lagi,”terangnya.

Dandim menjelaskan, pipa tersebut akan dialiri air dari pipa milik BWWS C3 Kementerian PUPR. Nanti air akan diatur sesuai kebutuhan petani.

“Pintunya menggunakan perairan sekunder yang dialiri dari Pamarayan. Kita atur debitnya, kita atur pembagiannya. Ketika masyarakat disini membutuhkan air untuk pengairan, akn dibuka,” tuturnya.

Sementara, Perwakilan Poktan Adem Ayem, Wasturi mengungkapkan, petani selama 25 tahun mengandalkan air dengan membeli dari pengusaha air. Pembelian itu dibayar lewat kompensasi hasil garapan. Namun saat ini dengan pipanisasi, air didapatkan secara gratis dan sangat terbantukan.

“Alhamdulilah dengan pipanisasi yang diprakarsai Pak Dodim, kita petani merasakan manfaatnya. Khususnya bagi kelompok tani Adem Tani, Adem Pikir dan Samandaran,” tuturnya.

Biasanya jika tanpa program pipanisasi, petani dapat melakukan panen dua kali. Ia berharap saat ini bisa bertambah menjadi tiga kali panen.

“Yang tadinya petani 2 kali, mudah-mudahan untuk meningkatkan ketahapan pangan, bisa tiga kali. Karena sekarang air gratis sudah dialiri dari Pamarayan,” ucapnya.

Sementara, Wali Kota Cilegon Robinsar berterima kasih kepada Kodim Cilegon yang telah menjalankan program pipanisasi untuk petani Panggung Rawi. Sekarang, petani sudah tidak lagi pusing karena mendapatkan air secara gratis.

“Kami mengucapkan terima kasih. Karena program pipanisasi ini bermanfaat untuk masyarakat. Selama ini petani membeli air, alhamdulillah, dengan gagasan ini, masyarakat tidak lagi pusing membeli air,” pungkasnya. (Ronald/Red)