Kantor Wilayah Kemenkumham Banten memberikan remisi atau pengurangan masa tahanan kepada 3.711 narapidana pada Perayaan HUT RI ke-73. Sebanyak 134 narapidana di antaranya langsung menghirup udara bebas. Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Banten memberikan remisi atau pengurangan masa tahanan kepada 3711 narapidana/warga binaan pada Perayaan HUT RI ke-73. Sebanyak 134 narapidana di antaranya langsung menghirup udara bebas.

“Dari total napi di Banten, 134 diantaranya langsung menghirup udara bebas. 15 napi dari Lapas III Cilegon yang menghirup udara segar dan 7 napi Cilegon tidak bisa membayar denda subsider,” kata Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi Banten, Sutrisman dalam sambutannya pada Kegiatan Penyerahan SK Remisi Oleh Wakil Gubernur Provinis Banten di Lapas III Cilegon,” Jumat (17/8/2018).

Sutrisman merinci, napi yang menghuni Lapas Cilegon sebanyak 158 napi dan total narapidana sebanyak 690 napi. Yang mendapatkan remisi RU I (mendapatkan remisi tapi tidak pulang) untuk pidana umum sebanyak 395 napi, pidana khusus (Tipikor) sebanyak 2 napi, narkotika 94 napi dan money laundry sebanyak 1 napi. Sementara untuk RU II (langsung pulang) sebanyak 15 orang dan 7 napi harus membayar subsider.

“Jadi kalau ditotalkan untuk di Lapas Kelas III Cilegon yang menerima remisi sebanyak 507 orang, pulang langsung 15 napi dan 7 napi harus membayar uang subsider,” paparnya.

Ia menjelaskan, lamanya pengurangan masa tahanan diberikan bervariatif ada napi yang memperoleh remisi 15 hari, satu bulan, 1 bulan 15 hari, dan dua bulan. Hal itu diatur dalam undang-undang Nomor 12 tahun 1995 tentang Kemasyarakatan, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 1999, Keputusan Presiden RI nomor 174 tahun 1999 dan Peraturan Menteri hukum dan HAM RI nomor 21 tahun 2013 tentang syarat dan tata cara pemberian remisi asimilasi cuti mengunjungi keluarga, pembebasan bersyarat cuti menjelang bebas dan cuti bersyarat.

“Akan diberikan (remisi) secara langsung di masing masing rutan dan lapas se-Banten,” jelasnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here