CILEGON, SSC – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberikan alat kesehatan antropometri atau alat timbang pertumbuhan balita guna mencegah bahaya stunting untuk 389 posyandu di Kota Cilegon.

“Selama ini, untuk mengukur bayi petugas posyandu kita masih menggunakan alat ukur yang sudah lama. Di akhir 2023, kita (Dinkes Cilegon) berhasil mendapatkan hibah dari pusat sebanyak 289 alat ukur, 13 alat ukur dari bantuan DAK (Dana Alokasi Khusus),” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Ratih Purnamasari kepada Selatsunda.com ditemui di Gedung DPRD Cilegon, Kamis (5/10/2023).

Ratih merinci, dari 289 alat ukur ini akan diberikan di distribusikan ke 9 puskesmas di Cilegon. 9 Puskesmas ini, yaitu, Puskesmas Pulomerak ada 43 antropometri, Puskesmas Grogol 29 antropometri, Puskesmas Jombang 33 antropometri, Puskesmas Cibeber 35 antropometri, Puskesmas Cilegon 31 antropometri.

Baca juga  Kisah Pelajar Cilegon, Bayu Bakhtiar Sukses Raup Omset Puluhan Juta, Ini Bisnisnya

Kemudian Puskesmas Citangkil 1 sebanyak 27 antropometri, Puskesmas Citangkil 2 sebanyak 32 antropometri dan Puskesmas Ciwandan ada 30 antropometri.

“Dari puskesmas ini nanti akan disebar ke masing-masing posyandu tersebut,” rinci Ratih.

Selama ini, kata Ratih, kader-kader Posyandu masih banyak yang menggunakan timbangan beras untuk menimbang bayi. Padahal sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak, setiap Posyandu harus memiliki alat yang terstandar.

“Alhamdulillah setelah kita berjuang sampai pusat, akhirnya kita dapat alokasi bantuan Antropometri Kit ini. Otomatis nanti timbangan dacin (biasa digunakan untuk beras-red) sudah tidak akan kita gunakan lagi,” kata Ratih.

Ratih berharap, dengan menggunakan alat Antropometri Kit, kasus stunting di Kota Cilegon bisa lebih tertangani dengan baik. Alat ini tidak hanya bisa mengukur berat badan bayi, tapi juga lingkar kepala bayi, tinggi badan, serta lingkar lengan ibu hamil.

Baca juga  Pansus Raperda RPJPD Bedah Total Pembangunan Kota Cilegon di 2025-2045

“Dari sisi SDM kita sudah latih kader-kader Posyandu untuk bisa menggunakan alat ini. Jadi ini sudah sesuai dengan salah satu janji kampanye Pak Walikota, yakni meningkatkan sarana prasarana kesehatan, termasuk SDM dan juga utilitas,” pungkasnya. (Ully/Red)