
CILEGON, SSC – Kota Cilegon kembali menggelar event Festival Golok Day 2026. Rencananya, Festival Golok Day yang akan diselenggarakan pada November ini selama dua hari.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Heni Anita Susila mengatakan, event Festival Golok Day akan diselenggarakan pada tanggal 21-22 November 2026. Event yang akan digelar merupakan kolaborasi Dindikbud, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Cilegon dan Dewan Kebudayaan Cilegon (DKC).
Heni mengungkapkan, puncak Festival Golok Day akan digelar tanggal 22 November. Di mana akan digelar kirab pendekar.
Heni menyatakan, saat ini Event Festival Golok Day sudah masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) di Kementerian Pariwisata.
“Di tanggal 22 November kita selenggarakan acara seperti tahun lalu, yang tahun ini Golok Day Festival itu masuk dalam event internasional masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara ini dibawah Kementerian Pariwisata,” ujar Heni di gedung Training Center Dindikbud Cilegon, Kamis (5/11/2026).
Festival tersebut akan dihadiri tiga kementerian yakni Kementerian Pariwisata, Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Ekonomi Kreatif. Festival Golok Day masuk dalam warisan budaya sehingga masuk dalam Kementerian Kebudayaan.
“Golok itu warisan budaya kita masuk dalam Kementerian Kebudayaan. Sebagai event untuk memancing wisatawan mancanegara dan nusantara juga di Provinsi Banten, itu masuk area Kementerian Pariwisata. Dan masuk dalam ekonomi kreatif, kita berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM, menyelenggarakan UMKM festival akan ada 50 pelaku UMKM ikut serta baik di tanggal 21 dan 22 November,” paparnya.
Selama berlangsung dua hari, festival akan diisi dengan berbagai kegiatan. Beberapa di antaranya festival dolanan, pelatihan guru PJOK, lomba permainan tradisional dan penampilan komuniktas seni di Cilegon serta seminal kebudayaan dan seminar golok. Kemudian ada kirab budaya dan berbagai lomba. Selanjutnya nanti pada malam puncak akan diselenggarakan penampilan debus dan pementasan sanggar tari golok.
Heni mengungkapkan, pihaknya bangga Kota Cilegon bisa menampilkan Festival Golok Day. Karena Event tersebut merupakan satu satunya menampilkan golok, yang merupakan identitas dan warisan budaya Kota Cilegon.
“Jadi alhamdulillah, Golok Day sudah diakui sebagai event nasional bahwa satu-satunya festival yang menampilkan golok di Indonesia yaitu di Kota Cilegon. Ini adalah identitas dan ciri khas budaya, pendekar Kota Cilegon,” tuturnya.
Heni mengungkapkan, festival tersebut tersenggara dengan disokong berbagai pendanaan. Sebagian anggaran dari APBD Cilegon sebesar Rp 180 juta, sebagian lainnya dari bantuan Kementerian Pariwisata, Dindikbud Provinsi Banten dan Dinas Pariwisata Banten.
Sementara, Sekretaris IPSI Kota Cilegon, Fatur R Sadely menambahkan, festival akan melibatkan sebanyak 500 pengurus cabang. Untuk peserta kirab budaya, kata Fatur, akan melibatkan 250 peguron. Sebanyak 6 ribu sampai 7 ribu pendekar akan ambil bagian dalam kirab budaya pendekar dan berbagai kegiatan. Dari jumlah tersebut, 30 persen di antaranya pesilat muda.
“Jumlah peguron sekarang sudah mencapai 250 peguron. Kalau dihitung masing-masing peguron, 50 orang itu sudah 12 ribu lima ratus. Kalangan yang akan hadir mulai dari anak-anak, jumlahnya sekitar 30 persen dan sampai pendekar dewasa,” pungkasnya. (Ronald/Red)




