20.1 C
New York
Kamis, April 16, 2026
BerandaPeristiwaPimpinan DPRD Cilegon Tinjau TPSA Bagendung

Pimpinan DPRD Cilegon Tinjau TPSA Bagendung

-

CILEGON, SSC – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon, Fakih Usman Umar memantau langsung ke lokasi Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung yang terbakar bersama Wakil Ketua DPRD Cilegon, Sihabudin Sibli, Senin (19/8/2019). Kedua unsur pimpinan DPRD Cilegon ini tiba di lokasi pada pukul 12.47 WIB.

Ketua DPRD Cilegon, Fakih Usman Umar mengatakan, kedatangannya kali ini untuk memastikan secara langsung kebakaran yang sudah 17 hari belum dapat ditangani. Ia juga memastikan, warga yang terdampak asap kebakaran dalam kondisi aman.

“Kedatangan saya dan Pak Wakil Ketua (Sihabudin Sibli) datang ke sini (TPSA Bagendung,red) untuk memastikan kondisi TPSA yang terbakar. Dalam kondisi seperti ini, semua pelaku industri yang memiliki produk air di Cilegon untuk bertanggung jawab serta membantu kebakaran TPSA ini,” kata Fakih kepada awak media di TPSA,” Senin (19/8/2019).

Selain penanganan tengah diatasi pemkot, kata dia, pihaknya juga meminta agar pelaku industri turut serta membantu mengatasi kebakaran. Dalam hal ini, pihaknya meminta bantuan khususnya dari perusahaan pengelola air industri yakni PT Krakatau Tirta Industri (PT KTI).

“Barusan saya telepon ke Pak Agus Nizar Vidiansyah (Dirut PT KTI,red) untuk mengizinkan mengambil suplay air ke KTI. Dan syukur pak Vidi siap bantu. Dan saya perintahkan, agar petugas damkar segera mengambil air ke PT KTI,” ungkap Fakih.

Senada dengan Fakih, Wakil Ketua DPRD Cilegon, Sihabudin Sibli, meminta agar seluruh pihak bisa membantu dan perduli dengan kondisi yang terjadi pada TPSA Bagendung.

“Semua harus punya keperdulian dalam hal ini. Siapa tau dari kejadian kebakaran TPSA ini, ada unsur kesengajaan. Karena itu, saya minta agar semua pihak ikut membantu menyelesaikan persoalan Kebakakaran TPSA,” ucap politisi Ketua partai PPP.

Ia menerangkan, pihaknya berencana akan menyampaikan persoalan ini saat rapat gabungan pembahasan tentang RAPBD perubahan tahun 2019. Persoalan tersebut, paparnya, penting untuk dibahas komprehensif untuk kedepan.

“Coba nanti kita cek berapa unit mobil milik Dinas Damkar. Bila perlu, nanti kita akan bahas di gabungan pembahasan tentang RAPBD perubahan tahun 2019. Bila perlu, kita minta agar Cilegon ada sumber air ketika ada hal-hal yang dibutuhkan seperti kejadian ini,” pungkasnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini