CILEGON, SSC – Tiga unsur Pimpinan baik Ketua DPRD Cilegon, Endang Efendi, Wakil Ketua I, Sokhidin dan Wakil Ketua II, Nurotul Uyun kompak akan mempercepat penyusunan Tata Tertib dan Pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Hal ini disampaikan ketiganya usai rapat paripurna Pengucapan sumpah/janji sebagai Pimpinan DPRD Kota Cilegon definitif 2019-2024 di Gedung DPRD Cilegon, Rabu (25/9/2019).
“Yang pasti pertama kita akan bahas tatib dulu karena kan semua berawal dari tata tertib. Guidance kita untuk menjalankan tupokasi kita di DPRD kan berawal dari hadirnya tatib yang kita buat untuk menjadi panduan kita beraktivitas,” ujar Wakil Ketua II, Nurotul Uyun.
Selain Tatib, kata Uyun, pembahasan mengenai pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) juga akan dibahas bersama seluruh fraksi. Kedua tahap itu, kata dia musti dikebut karena dalam waktu dekat, legislatif akan membahas RAPBD 2020 dengan eksekutif.
“Secara mekanisme akhir november sudah harus diparipurnakan. Mau tidak mau kita harus mengikuti mekanisme yang ada, secepat mungkin kita bisa merealeasikan terbentuknya AKD. Sehingga kita bisa bekerja dengan tupoksi kita masing-masing,” terangnya.
Hal yang sama juga disampaikan Wakil Ketua I, Sokhidin. Ia mengatakan, pihaknya tidak akan berlama-lama untuk menyusun tatib dan AKD. Terhitung usai pelantikan, kata dia, DPRD langsung mengadakan rapat untuk membahas Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Tatib.
“Hari ini semua fraksi menyerahkan daftar nama-nama untuk dijadikan pansus, langsung kita bikin tatib. Kita tidak mau lama-lama,” paparnya.
Ia menyatakan, percepatan penyusunan Tatib itu tidak lepas dengan rencana pembahasan AKD. Terutama menyangkut pembentukan komisi yang mana pada periode ini diperkirakan akan berubah menjadi 4 komisi.
“Yang mendasar adalah penambahan komisi dari 3 komisi menjadi 4 komisi. Mudah-mudahan itu tidak akan menjadi tarik menarik,” tuturnya.
Sementara, Ketua DPRD, Endang Efendi menargetkan penyusunan tatib akan selesai pekan depan. Karena, kata dia, tatib nantinya akan menjadi acuan aturan pembentukan AKD.
Mengenai pembagian kursi pimpinan dari 6 perangkat AKD yang ada dan belakangan banyak diincar fraksi, sambung dia, seluruh pembentukannya dikembalikan pada komunikasi politik yang dibangun diantara fraksi. Dia memperkirakan, pembagian tidak akan merata jika masing-masing fraksi ngotot duduk sebagai pimpinan AKD. Meski demikian, dia yakin AKD akan terbentuk seiring komunikasi politik dijalankan antar masing-masing fraksi.
“Politik itu kan dinamis, semua kan tinggal diatur komunikasinya. Manakala ada fraksi yang tidak komunikasi dengan fraksi partai lain, bagaimana mengatur membaginya kalau tidak ada komunikasi sesama fraksi. Jadi adil itu bukan berarti setiap fraksi kebagian,” tegasnya. (Ronald/Red)

