SERANG, SSC – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Serang mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir. Tercatat hingga pada 2019, kasus penderita yang terjangkit penyakit DBD yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini sudah mencapai sekitar 200 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, Muhammad Iqbal, Rabu (16/10/2019) mengatakan, kasus DBD yang ada di 6 kecamatan di Kota Serang merata mengalami peningkatan. Kasus pada tahun ini tercatat naik 4 kali lipat dari tahun 2018.
“Di tahun 2016 ada 60-an, 2019 ini ada 200 lebih dengan sampai sekarang ini. Mudah-mudahan tidak ada penambahan lagi,” ujarnya.
Meskipun meningkat, kata Iqbal, masyarakat yang terjangkit DBD tidak ada yang sampai meninggal dunia.
“Tahun ini memang ada kasus, tapi sampai saat ini yang terlaporkan sampai meninggal, itu tidak ada. Saat kejadian, langsung masyarakat sadar di bawa ke puskesmas, ke rumah sakit, sehingga langsung cepat,” tuturnya.
Ia mengingatkan, agar masyarakat dapat waspadap terhadap DBD. Meski upaya fogging telah dilakukan pihaknya namun hal itu bukan menjadi suatu jaminan DBD dapat dicegah.
Menurutnya, pencegahan yang tepat musti dimulai dari lingkungan masyarakat sendiri salah satu yang paling utama dilakukan dari lingkungan keluarga. Ia berharap agar masyarakat bisa dengan rutin melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) melalui 3M plus baik menguras, mengubur dan mendaur ulang barang yang menjadi sarang nyamuk.
“Kan ini salah satunya bagaimana masyarakat juga secara mandiri menciptakan lingkungan. Karena nyamuk itu kan kaitannya dengan lingkungan. Kalau lingkungan tidak ada tempat genangan air, maka potensi ada jentik tidak ada,” terangnya.
“Memang masyarakat harus diingatkan terus. Dari dulu sampai sekarang hsrus diingatkan terus. Supaya mereka punya tanggung jawab. Minimal, untuk menciptakan keluarganya. Jadi mulai dari tingkat keluarga, lalu lingkungan terdekat di masyarakat sampai tingkat RT, RW. Kalau itu bisa secara massif, saya yakin angka bisa turun,” sambung dia. (Ronald/Red)

