20.1 C
New York
Kamis, April 16, 2026
BerandaPeristiwaAmdal Pelabuhan Warnasari Terbit, PCM Mulai Fokus Bangun Akses Jalan Pelabuhan

Amdal Pelabuhan Warnasari Terbit, PCM Mulai Fokus Bangun Akses Jalan Pelabuhan

-

CILEGON, SSC – PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) selaku Badan Usaha Pelabuhan (BUP) mulai membahas pembangunan akses jalan Pelabuhan Warnasari. Rencana pembangunan akses jalan ke pelabuhan seluas 45 hektar itu sudah mulai dilakukan menyusul telah terbitnya Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (Kemen LH).

“Amdal sudah clear, keluar. Sekitar 3 minggu lalu. Makanya kita melakukan pembangunan jalan ke pelabuhan,” ujar Direktur Utama PCM, Arief Rivai Madawi dikonfirmasi, Rabu (16/10/2019).

Untuk menindaklanjuti terbitnya Amdal, kata Arief, PCM saat tengah fokus mereview Detail Engineering Design (DED) akses jalan Pelabuhan Warnasari. Langkah dilakukan yakni mereview DED yang sebelumnya sempat dibuat oleh Kiec.

Diketahui, pembangunan akses jalan sepanjang 1,3 kilometer menuju Pelabuhan Warnasari di lokasi yang ada di seberang Pabrik PT Krakatau Posco sebelumnya sempat dibahas antara PCM dan KIEC. Dalam perjalanan pembahasan kedua pihak, akses tersebut yang rencananya dibangun dengan jembatan layang (flyover) dinilai tidak layak. Begitupun opsi pembangunan jalan tanpa jembatan layang juga tidak dilakukan. Terakhir pembangunan jalan melalui jalur disamping PT Krakatau Osaka Steel juga dibahas. Namun opsi itu pun kandas karena melewati lahan kiec, PT Lotte Chemical Indonesia dan lahan lain milik perorangan.

“Kemarin itu, mereka (KIEC) keberatan dengan flyover. Makanya sekarang ini kita review DED, tidak menggunakan flyover namun kita menggunakan akses yang kira-kira tidak mengganggu aktivitas area sekitar industri,” tuturnya.

“Jadi dengan kondisi sekarang, kita sudah komunikasikan dengan KIEC. Pada prinsipnya kita tidak ada masalah. Kita hanya menggunakan akses itu, jalan masuk industri. Jadi, itu nanti akan ada kesepahaman, bagaimana nanti kita melakukan baik pembangunan dan operasi (Pelabuhan Warnasari,” sambung Arief.

Dijelaskan kembali oleh Arief, pembangunan jalan di depan PT KP itu akan dikaji komprehensif karena melibatkan kepentingan berbagai pihak. Diantaranya tentang jalur pipa, PCM telah membahasnya dengan PT Pertamina dan PT PGN.

“Itu sudah kita komunikasikan, dan ada beberapa (pipa) yang nggak aktif. Seperti Pertamina menyampaikan waktu itu, bisa, gas juga bisa. Artinya, kita cukup dalam safety mengutamakan aset-aset di bawahnya,” terangnya.

Selain itu, salah satu yang juga sedang dibahas mengenai lahan milik PT Krakatau Daya Listrik (KDL). Lahan dengan luasan sekitar 3.000 meter persegi itu dibahas karena bersinggungan jika akses jalan Pelabuhan Warnasari benar terealisasi.

“Sekarang ini kita mencoba mereview konstruksinya yang agak menyerong namun kita upayakan tidak terlampau tajam. Makanya ada tanah KDL sekitar 3.000 meter persegi yang perlu kita bicarakan,” tandasnya.

Sejauh ini, papar Arief, untuk merealisasikan pembangunan jalan tersebut, PCM mengikutsertakan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Cilegon. DPUTR dilibatkan agar pembangunan secara teknis bisa dikaji bersama-sama.

“Kita sudah membentuk tim. Teknisnya dengan melibatkan PU. Jadi, (kajian) kita merujuk pada DED Kiec,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini