20.1 C
New York
Senin, Mei 4, 2026
BerandaPeristiwaKesal Rumah Kerap Terendam Banjir, Warga Bojonegara Blokir Jalan

Kesal Rumah Kerap Terendam Banjir, Warga Bojonegara Blokir Jalan

-

SERANG, SSC – Kesal rumah kerap terendam banjir, warga di wilayah Bojonegara memblokir jalan Bojonegara, Desa Margagiri, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Selasa (7/1/2020).

Pantauan di lokasi, pemblokiran jalan dilakukan sekitar pukul 12.30 WIB. Warga dilokasi langsung memblokir jalan dengan sejumlah ban bekas. Kendaraan yang melintas terlihat tidak dapat melintas atas aksi tersebut. Hanya kendaraan motor dan angkot yang diperbolehkan melintas.

Polisi yang berada di lokasi tampak berusaha untuk membuka jalan yang diblokir, namun warga tidak memperbolehkannya. Negosiasi coba dilakukan polisi namun warga tetap menolak pemblokiran jalan dibuka. Akibat aksi tersebut jalan di lokasi tersebut mengalami macet panjang.

Jalan Bojonegara macet akibat pemblokiran jalan oleh warga

Salah seorang warga, Mugi Salam mengaku, pemblokiran jalan bentuk kekesalan warga atas kejadian banjir yang terjadi. Akses jalan nasional itu diblokir karena sampai saat ini penanganan banjir yang sudah dua kali terjadi di Bojonegara tidak mendapat perhatian dari pemerintah.

“Ini bentuk kekesalan kami masyarakat Bojonegara karena dalam satu bulan terakhir ini, (banjir) dua kali terjadi. Namun tidak ada penanggulangan ataupun mitigasi, dari pemda kabupaten atau provinsi untuk daerah penghasil devisa untuk kabupaten, yang besar dari sini, tapi belum ada,” ujarnya di lokasi.

Mugi menyatakan, masalah banjir selama ini sudah disampaikan ke aparat pemerintahan namun sama sekali belum ditanggapi.

“Sudah kami sampaikan, lima tahun terakhir ini kita sudah sampaikan. Tapi belum ada terealisasi, bentuk tindakan dari pemerintah,” terangnya.

Rumah warga di perbatasan Desa Margagiri dan Bojonegara terendam banjir

Warga hanya menuntut agar pemerintah bertindak dan segera menormalisasi kali yang ada di Bojonegara.

“Kita menuntutnya nornalisasi kali. Karena lokasi kami disebelah sana dangkal, dan disini selalu tertutup dengan sampah-sampah,” tandasnya.

Warga, kata Mugi, akan tetap memblokir jalan jika belum ada tindak langsung dari pemerintah.

“Sampai pemerintah turun langsung, kita ada negosiasi dengan pemerintah langsung, baru kita buka,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -DEWAN 2