20.1 C
New York
Senin, Juni 29, 2026
BerandaPeristiwaKunjungan di Banten, Menteri Sofyan Targetkan 12 Juta Sertifikat Tanah Terbit di...

Kunjungan di Banten, Menteri Sofyan Targetkan 12 Juta Sertifikat Tanah Terbit di 2020

-

SERANG, SSC – Menteri Agraria Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan Djalil melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Banten, Kamis (26/01/2020). Dalam kunjungan kerja memberikan sertifikat tanah gratis ke ratusan warga di Plaza Aspirasi di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Sofyan Djalil mengatakan, pihaknya menargetkan 12 juta sertifikat tanah di seluruh Indonesia dapat diterbitkan pada 2020.

“Dulu satu tahun (BPN hanya menerbitkan) 500 ribu sertifikat, sekarang kita mendaftarkan 11 juta tahun lalu, tahun (2020) ini diprediksi 12 juta (sertifikat),” ujar Sofyan Djalil.

Diketahui, percepatan sertifikasi tanah dilakukan era Presiden RI, Joko Widodo dilakukan untuk meminimalisir sengketa tanah bagi masyarakat yang tidak memiliki sertifikat. Program percepatan tersebut kemudian diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2017 tentang percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2018.

Sofyan menjelaskan, ada memang beberapa tantangan dalam mensertifikasi tanah. Seperti masyarakat enggan mensertifikasi karena banyaknya jumlah tanah yang harus di daftarkan. Hal itu diceritakan dia saat pernah menemukan bidang tanah seluas sembilan meter persegi di wilayah Jakarta yang baru saja disertifikasi.

Lanjut Sofyan seperti di Pulau Jawa, pemilik tanah dari kebanyakan penduduk memiliki rata-rata tanah tidak begitu luas. Namun di luar Pulau Jawa, penduduknya lebih sedikit namun memiliki tanah yang cukup luas.

Dengan tanah yang sudah tersertifikat, sang pemilik bisa terhindar dari konflik agraria. Bahkan suratnya bisa di jadikan agunan ke perbankan untuk modal usaha. Sehingga masyarakat di harapkan bisa segera melengkapi surat-surat kepemilikan tanahnya.

“Karena dengan kita sertifikatkan maka sengketa akan berkurang, masyarakat bisa akses ke perbankan. (Penerbitan surat tanah) Terbanyak di Jawa Barat, karena banyak sekali orang, tanahnya kecil-kecil. Kalau di luar Jawa orang nya sedikit, tapi tanah nya luas. Bahkan di Jakarta kemarin kita menyerahkan luas tanah 9 meter persegi,” terangnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -DEWAN 2